Perjuangan terus dilakukan Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang lebih merata dan berkeadilan. Berbagai upaya dan lobi terus dilakukan agar jalan mulus juga bisa dinikmati masyarakat di kawasan perbatasan.
Gubernur Kaltim mengungkapkan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) akan segera terhubung melalui jalur darat. Saat ini, proses pembangunan sudah dimulai dengan menggunakan dana swasta.
“Untuk Kaltim ke Kaltara, investasi dilakukan oleh swasta yang akan membantu membangun jalan sepanjang 122 km, dari Ujoh Bilang (Mahakam Ulu) hingga STA 22 berbatasan dengan Malinau (Kaltara),” katanya usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (Panja) Aset TNI di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Pembangunan jalan rigid tersebut murni merupakan hasil perjuangan dan negosiasi Gubernur Kaltim dengan pihak swasta.
Jembatan strategis juga akan dibangun di Long Bagun. Jembatan ini sekaligus akan menjadi penghubung jalur dari Kecamatan Putussibau di Kalimantan Barat hingga tembus ke Kalimantan Utara.
Selain dukungan swasta, untuk memuluskan jalur perbatasan dari Kalimantan Barat ke Kalimantan Timur, Gubernur Kaltim juga sudah bertemu Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, untuk menggolkan jalur perbatasan dengan Serawak, Malaysia, tersebut. Jalur Kalbar–Kaltim nantinya akan dikerjakan dengan dana APBN.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)


















