Gubernur Bali, Wayan Koster, menandatangani prasasti sebagai penanda diresmikannya gedung Majelis Ulama Indonesia Bali yang berlokasi di Denpasar Barat. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan bagi umat Muslim di Bali.
“Dengan mengucapkan om awighnam astu namo siddham, gedung MUI ini dengan resmi titiang (saya) buka dan diresmikan untuk beroperasi,” ucap Gubernur Koster di Denpasar, Sabtu.
Koster menyampaikan bahwa kehadiran gedung ini diharapkan menjadi pusat pelayanan umat Muslim di Bali. Menurutnya, fasilitas tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan layanan keagamaan dan sosial bagi masyarakat.
“Jadi sepatutnya betul dikhususkan untuk memberikan pelayanan optimal kepada umat Muslim yang ada di Bali agar terjaga dengan baik,” kata Koster.
Gedung MUI Bali dibangun di atas lahan seluas sekitar 7 are dengan total anggaran lebih dari Rp3,6 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp1,5 miliar berasal dari dukungan Pemerintah Provinsi Bali, sementara sisanya merupakan kontribusi masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Ini yang bagus dengan cara gotong royong, usaha kerja kerasnya bergotong royong untuk membangun, dengan cara ini ringan pikiran kita,” ucapnya.
Ketua Umum MUI Bali, Mahrusun Hadyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat Muslim Bali yang telah mendukung pembangunan gedung tersebut.
“Gedung MUI Bali ini berfungsi melayani umat, masyarakat, siapapun yang memerlukan pelayanan oleh MUI Provinsi Bali,” ucapnya.
Meski pembangunan belum sepenuhnya rampung, Mahrusun optimistis kehadiran gedung ini akan menjadi pemicu semangat bagi MUI di tingkat kabupaten/kota untuk memiliki fasilitas serupa.
Ia menyebutkan, sejumlah daerah seperti Jembrana dan Buleleng telah merencanakan pembangunan kantor MUI masing-masing sebagai bagian dari penguatan kelembagaan.
Sementara itu, Ketua Pembangunan Gedung MUI Bali, Ekky Rezal, menjelaskan bahwa proyek ini telah dirintis sejak 2019 dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Bali.
Namun, proses pembangunan sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 dan kembali dilanjutkan pada 2025 dengan dukungan anggaran dari Pemprov Bali.
”Luar biasa perhatian Pak Gubernur, ini akan menjadi warisan bagi Pak Koster, sampai akan membantu isi furnitur dan AC, inilah hasil perjuangan kita semua,” kata dia.
Dengan diresmikannya gedung ini, diharapkan MUI Bali dapat semakin optimal dalam menjalankan fungsi pelayanan, pembinaan, serta penguatan peran umat Muslim di Bali.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)














