Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memberikan apresiasi kepada ratusan relawan dari berbagai organisasi yang selama ini aktif dalam penanganan bencana alam di wilayah tersebut.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, saat menghadiri pertemuan relawan di kantor BPBD Banjarnegara, Jumat (17/4). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan para relawan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Relawan memiliki peran penting dalam penanganan bencana di Banjarnegara. Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan semangat kemanusiaan yang terus dijaga,” ujar Wakhid Jumali.
Ia mengungkapkan, sekitar 70 persen wilayah Banjarnegara termasuk dalam zona rawan tanah longsor. Kondisi ini membuat penanganan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Ini adalah kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan relawan dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam upaya penanganan bencana,” kata Wabup.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menekankan pentingnya menjaga soliditas antarrelawan serta meningkatkan koordinasi di lapangan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu bencana.
“Soliditas harus terus dijaga. Apalagi dengan kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang, relawan harus lebih sigap dan meningkatkan komunikasi, khususnya dengan pemerintah desa,” tandas Aji Piluroso.
Menurut Aji, komunikasi yang intensif akan mempercepat respons saat muncul potensi bencana, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampaknya dapat diminimalkan.
Ia juga menambahkan bahwa relawan selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai penanganan bencana, mulai dari evakuasi korban hingga distribusi bantuan logistik.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat, kesiapsiagaan menghadapi bencana di Banjarnegara diharapkan semakin optimal, khususnya dalam mengantisipasi risiko longsor di wilayah rawan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)
















