Rabu, Juni 24, 2026
Beranda Pemda Pemkab Pati Percepat Penanganan TBC, Gelar Cek Kesehatan Gratis di 120 Titik

Pemkab Pati Percepat Penanganan TBC, Gelar Cek Kesehatan Gratis di 120 Titik

303

Pemerintah Kabupaten Pati mempercepat penanganan penyakit tuberkulosis (TBC) melalui program cek kesehatan gratis di 120 titik layanan. Langkah ini dilakukan menyusul temuan 2.658 kasus TBC pada tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah melakukan validasi ulang data pasien guna memastikan seluruh kasus tertangani secara tepat dan cepat.

“Ada 2.658 pasien di tahun lalu, dan di tahun ini kita akan lakukan cek ada tambahan pasien lagi. Jadi semua datanya akan kita finalisasi dalam 10 hari ke depan,” tegasnya, saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, di Balai Desa Kutoharjo, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, pendataan tidak hanya dilakukan terhadap pasien, tetapi juga mencakup seluruh anggota keluarga sebagai langkah antisipatif memutus rantai penularan di tingkat rumah tangga.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, menyebut kunjungan tersebut sebagai bagian dari penguatan intervensi pemerintah pusat di daerah dengan beban kasus tinggi.

Menurutnya, langkah ini juga menindaklanjuti peringatan World Health Organization yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia.

“Jadi mudah-mudahan sebelum akhir tahun, 120 titik lokasi di seluruh Kabupaten Pati, masyarakat yang tertular bisa dicek dan kalau sakit bisa diobati,” ujarnya.

Dalam implementasinya, pemerintah menyediakan layanan cek kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan rontgen bagi keluarga pasien untuk mendeteksi penularan secara dini.

“Bagi yang belum terinfeksi akan diberikan obat pencegahan, sementara yang sudah terpapar langsung diobati agar tidak menular lebih luas,” jelasnya.

Selain penanganan medis, pemerintah juga menata faktor lingkungan yang berpotensi memperparah penyebaran TBC, seperti kondisi hunian tidak layak.

“Ini kami sedang mendata, minimal di Pati tadi sudah ada 34 rumah yang didaftarkan untuk direnovasi,” tambah wamenkes.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini