spot_img

BERITA UNGGULAN

BRIN Kembangkan Teknologi Perkeretaapian, Dorong Kinerja Transportasi dan Pertumbuhan Kawasan

Badan Riset dan Inovasi Nasional terus mengembangkan teknologi perkeretaapian nasional sebagai upaya meningkatkan kinerja transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan. Pengembangan ini mencakup aspek sarana, prasarana, hingga tata kelola berbasis riset terintegrasi.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa riset yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan operasional.

- Advertisement -

“Paling tidak, ada tiga riset yang ada, yang pertama adalah riset aspek sosial kelembagaan. Kemudian kedua riset penumpang, dan yang ketiga berkaitan dengan lingkungan,” ujarnya.

Dalam pengembangan sarana, BRIN mendorong peningkatan kapasitas engineering nasional, baik untuk mesin maupun gerbong kereta. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat alih teknologi dan memperkuat kemandirian industri perkeretaapian dalam negeri.

- Advertisement -

Pada aspek prasarana, BRIN mengembangkan teknologi structural health monitoring system untuk memantau kondisi jembatan kereta api. Teknologi ini menjadi krusial mengingat banyaknya jembatan yang telah berusia tua.

“Data yang ada menunjukkan bahwa sekitar 6.000 jembatan kereta api memiliki kondisi lebih dari 100 tahun,” ungkapnya.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan material bantalan rel berbasis karet yang telah melalui berbagai uji teknis guna meningkatkan stabilitas dan keselamatan operasional kereta api.

Dari sisi tata kelola, BRIN turut mengembangkan kajian terkait manajemen dan integrasi sistem transportasi, termasuk di kawasan perkotaan. Peran ini memperkuat posisi BRIN sebagai mitra strategis pemerintah dan industri dalam pengembangan sektor transportasi berbasis rel.

“Ini bisa menjadi salah satu aspek bagi rencana kita untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur maupun industri kereta api,” kata Arif.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa pengembangan jaringan kereta api ke depan akan difokuskan di luar Pulau Jawa.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

“Visi besar Bapak Presiden, kita ingin memastikan Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi tidak tertinggal terlalu jauh. Dengan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing,” jelasnya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Kepala BP BUMN Amminudin Ma’ruf, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru