spot_img

BERITA UNGGULAN

Rayakan Hari Kartini, BKN Dorong Peningkatan Budaya Literasi & Kesehatan Mental Pegawai

Pada peringatan Hari Kartini tahun ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui kelompok Dharma Wanita Persatuan (DWP) di BKN, merayakan semangat emansipasi perempuan dengan meluncurkan program pojok baca dan rumah curhat. Diresmikan langsung oleh Kepala BKN, Prof. Zudan bersama Ketua DWP BKN, Ninuk Triyanti Zudan pada Kamis (23/4), inisiasi ini bertujuan menghadirkan dan mendorong literasi di lingkungan BKN, sekaligus menjadi wadah berbagi serta penguatan kesehatan mental bagi pegawai.

Sambut baik inisiasi DWP BKN ini, Prof. Zudan menyampaikan pentingnya budaya membaca dan pola pikir kolaboratif di lingkungan ASN. “Cara berpikir kita harus kolaboratif, perilisan wadah pojok baca dan rumah curhat ini serangkai dengan Hari Korpri dan Hari Pendidikan Nasional. Orang yang sudah bisa menulis berarti bisa membaca. Kemampuan membaca itu seperti teko yang diisi air, apa yang kita baca, itu yang akan keluar. Setelah bisa membaca dan menulis, diharapkan bisa memberi solusi. Pengalaman adalah guru yang terbaik, dan pengalaman bisa belajar dari orang lain seperti Ibu Kartini yang sulit sekolah dan mendirikan sekolah, mari kita membaca. Selamat Hari Kartini, dengan meneladani beliau, semoga rekan-rekan bisa lebih berkarya besar agar terus dikenang, sebelum mencerdaskan orang lain, cerdaskan diri sendiri dulu” ungkapnya.

- Advertisement -

Pada kesempatan tersebut, Prof Zudan juga memberikan bukunya yang berjudul “365 hari di tanah mandar, menebar cinta, kasih dan sayang melalui program pemerintah” kepada para peserta acara sebagai bagian dari upaya mendorong literasi. Sekali lagi, Ia mengajak seluruh ASN untuk membangun budaya belajar yang berkelanjutan dan kolaboratif. Menurutnya, apa yang dibaca seseorang akan tercermin dalam cara ia menyelesaikan persoalan dan berkontribusi di lingkungan kerja. Ia juga mengingatkan pentingnya meneladani semangat Raden Ajeng Kartini, yang terus memperjuangkan pendidikan di tengah keterbatasan. “Sebelum mencerdaskan orang lain, kita harus mencerdaskan diri sendiri,” pesan Prof. Zudan.

Peluncuran program ini juga diisi dengan sesi berbagi inspiratif yang mengangkat peran perempuan di era modern. Di antaranya seperti Sekretaris Utama BKN, Imas Sukmariah, yang membahas bagaimana fleksibilitas kerja saat ini membuka peluang bagi perempuan untuk menyeimbangkan peran sebagai profesional sekaligus pengelola keluarga. Dengan dukungan kebijakan seperti work from home, perempuan dinilai dapat mengatur waktu dan energi secara lebih efektif.

- Advertisement -

Pada forum ini hadir pula perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), yang diwakili oleh Direktur Kebijakan Strategi Bidang Penyerasian Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana, Hariyadi Wibowo. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan keluarga. Menurutnya, perempuan masa kini tidak hanya hadir di ranah domestik, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi dan penjaga kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.

Dengan peluncuran pojok baca dan rumah curhat, DWP BKN memanfaatkan momentum Hari Kartini tahun ini untuk menghadirkan program yang berdampak langsung dalam mendorong budaya literasi di lingkungan BKN, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam kehidupan kerja dan keluarga, melalui lingkungan kerja yang lebih suportif dan inklusif.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru