spot_img

BERITA UNGGULAN

Kemendukbangga Papua Kembangkan Sekolah Lansia untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Usia Lanjut

Kemendukbangga/BKKBN melalui Perwakilan Papua terus memperkuat program pemberdayaan lanjut usia (lansia) melalui pengembangan Sekolah Lansia di berbagai wilayah Tanah Papua. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif di usia senja.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua, Charles Brabar, mengungkapkan saat ini terdapat lima Sekolah Lansia yang telah berjalan di sejumlah daerah di Tanah Papua, yakni di Merauke, Jayapura, serta Wamena.

“Di Merauke terdapat satu sekolah lansia yang akan wisuda, Kabupaten Jayapura sudah diwisuda Standar Satu (S1) dan akan dilanjukan ke S2, Kota Jayapura terdapat dua sekolah, Jayawijaya terdapat satu sekolah lansia, dan di Nabire, Papua Tengah, akan dibuka satu sekolah lansia dalam tahun ini,” katanya.

Menurut Charles, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, termasuk berbagai komunitas gereja yang aktif mendukung pembentukan dan pengelolaan Sekolah Lansia sebagai sarana pembelajaran bagi warga lanjut usia.

“Kami bersyukur karena rata-rata yang membangun atau mendirikan sekolah lansia ini dari gereja, untuk membantu warga jemaatnya dalam menitik kelanjutan hidup lebih baik di usia lanjut,” ujarnya.

Charles menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan program nasional yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui berbagai kegiatan edukatif dan pembinaan yang berkelanjutan.

Melalui program ini, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai pola hidup sehat, pengelolaan gizi, pencegahan penyakit degeneratif, hingga pentingnya menjaga kebugaran fisik dan kesehatan mental.

Selain itu, Sekolah Lansia juga bertujuan mendorong para lansia tetap aktif dalam kehidupan sosial dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

“Program ini membekali lansia dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran agar menjadi individu yang sehat, aktif, produktif dan bermanfaat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, program Sekolah Lansia mengacu pada konsep Tujuh Dimensi Lansia Tangguh yang dikembangkan Kemendukbangga/BKKBN. Ketujuh dimensi tersebut meliputi aspek spiritual, fisik, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan.

Pendekatan tersebut bertujuan membentuk lansia yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki keseimbangan emosional, tetap aktif bersosialisasi, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Charles menambahkan bahwa pengembangan Sekolah Lansia di Papua akan terus diperluas. Selain lima sekolah yang telah berjalan, Kemendukbangga/BKKBN Papua juga berencana membuka satu Sekolah Lansia baru di Nabire pada tahun ini.

Pengembangan Sekolah Lansia menjadi bagian dari komitmen Kemendukbangga dalam mewujudkan penduduk lanjut usia yang berkualitas dan sejahtera. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah Papua.

Melalui pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan, Kemendukbangga berharap para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, bahagia, mandiri, dan tetap berkontribusi dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.

Ke depan, keberadaan Sekolah Lansia diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar bagi warga lanjut usia, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan yang mampu menciptakan lansia tangguh, produktif, dan berdaya guna bagi pembangunan masyarakat di Tanah Papua.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru