spot_img

BERITA UNGGULAN

Muzdalifah Bersih Lebih Awal, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Berhasil Diberangkatkan ke Mina

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 memastikan kawasan Muzdalifah telah sepenuhnya bersih dari jemaah haji Indonesia lebih cepat dari target yang diperkirakan.

Koordinator Pelindungan Jamaah (Linjam) dan Satuan Operasi (Satops) Armuzna PPIH Arab Saudi Harun Ar-Rasyid memastikan bahwa seluruh jamaah haji asal Indonesia telah diberangkatkan dengan aman untuk melanjutkan prosesi mabit dan lempar jumrah di Mina.

”Kami ucapkan alhamdulillahirabbil’alamin, pada tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, kami nyatakan Muzdalifah clear (bersih) pada pukul 07.00 WAS. Seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Mina. Semoga Allah merahmati dan memberkati kita semua. Amin,” tegas Harun saat memberikan keterangan di Muzdalifah, didampingi Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal dan Kepala Bidang Transportasi Daker Makkah Syarif Rahman, pada Rabu (27/5/2026).

Capaian pembersihan Muzdalifah pada pukul 07.00 WAS dinilai sebagai sebuah prestasi operasional yang luar biasa. Pemindahan ini berbarengan dengan pergerakan jutaan jemaah dari negara-negara lain yang memiliki tingkat risiko kemacetan dan keterlambatan lalu lintas yang sangat tinggi.

Empat Faktor Sukses Penyelenggaraan

Menanggapi kelancaran krusial pada puncak ibadah haji ini, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) RI, Hariqo Satria Wibawa, menyebut ada empat faktor utama yang menyukseskan pergerakan jemaah tahun ini.

Faktor pertama adalah tingginya kedisiplinan jemaah haji. “Kami berterima kasih sekali kepada seluruh jamaah haji yang sudah sangat disiplin,” kata Hariqo.

Faktor kedua adalah kedisiplinan seluruh petugas haji di lapangan yang merupakan buah manis dari masa pelatihan ketat dalam Diklat PPIH Arab Saudi selama 30 hari.

Faktor ketiga berkaitan erat dengan komitmen pimpinan negara. ”Bapak Presiden RI Prabowo Subianto selalu menekankan keselamatan jemaah, dan ini dijalankan dengan sangat baik oleh Menteri, Wakil Menteri, serta seluruh jajaran di Kementerian Haji dan Umrah,” terangnya.

Adapun faktor keempat, lanjut Hariqo, adalah terjalinnya hubungan diplomasi bilateral yang luar biasa baik antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.

”Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi pelayanan dari Kementerian Haji dan Umrah RI. Tidak hanya itu, pelayanan dari petugas haji kita di lapangan juga mendapat apresiasi dari negara-negara lain dan akan dijadikan salah satu role model (percontohan) tata kelola jemaah,” pungkasnya.

Saat ini, jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Mina akan melanjutkan prosesi lempar jumrah Ula’, Wustha dan Aqabah di Jamarat sesuai jadwal yang ditetapkan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru