Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) sepakat memperkuat sinergi dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Salah satu tindak lanjut yang disiapkan adalah penyelenggaraan konferensi bersama pada Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan lahirnya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengatakan audiensi dengan MUI beserta organisasi-organisasi Islam merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin pada periode kepemimpinan BKSAP sebelumnya.
“Silaturahmi ini melanjutkan kerja sama MUI dengan BKSAP yang sudah terjalin pada kepemimpinan sebelumnya. Kami berkomitmen melanjutkan sinergi ini agar perjuangan untuk rakyat Palestina terus kita gaungkan dan kita suarakan,” ujar Syahrul dikutip dari Parlementaria, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, isu Palestina menjadi pembahasan utama dalam audiensi tersebut karena dihadiri Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri. Komitmen bersama itu akan diwujudkan melalui konferensi yang melibatkan BKSAP, MUI, serta berbagai organisasi Islam.
“Kita memperkirakan pada bulan Agustus nanti akan ada kegiatan bersama dalam rangka memperingati lahirnya OKI. Ini menjadi bagian dari sinergi kita dengan MUI dan organisasi-organisasi Islam,” kata Politisi Fraksi PKS ini.
Selain isu Palestina, kedua pihak juga sepakat memperkuat kolaborasi dalam mengisi pembangunan bangsa melalui nilai-nilai keislaman.
Syahrul menambahkan, perjuangan mendukung kemerdekaan Palestina tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah.
“Kementerian Luar Negeri tentu menjadi mitra strategis. Parlemen memiliki perannya, pemerintah juga memiliki kapasitasnya masing-masing, sehingga sinergi ini sangat penting,” ujar Anggota Komisi Luar Negeri DPR RI itu.
Di tingkat internasional, lanjut Syahrul, BKSAP juga akan memanfaatkan berbagai forum parlemen untuk memperkuat dukungan terhadap Palestina sekaligus menjembatani kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil di berbagai negara.
“BKSAP memiliki berbagai forum kerja sama parlemen internasional. Kami akan mencoba menyinergikan peran parlemen dengan NGO sehingga perjuangan untuk Palestina bisa semakin kuat,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






