BerandaPemdaRSUD Haji Jatim Luncurkan Haji C-AIRRe, Ekosistem AI dan Robotika untuk Transformasi...

RSUD Haji Jatim Luncurkan Haji C-AIRRe, Ekosistem AI dan Robotika untuk Transformasi Layanan Kesehatan

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) merupakan teknologi yang mampu memperkuat peran tenaga medis, namun tidak dapat menggantikan tanggung jawab dokter dalam menentukan keputusan medis. Hal tersebut disampaikannya saat meluncurkan ekosistem riset dan inovasi berbasis AI dan robotika bertajuk Haji C-AIRRe di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (15/7/2026).

 

- Advertisement -

Menurut Emil, perkembangan teknologi AI telah memberikan lompatan besar dalam dunia kesehatan, khususnya melalui kemampuan machine vision yang mampu mendeteksi berbagai kondisi medis dengan tingkat akurasi tinggi. Pemanfaatan teknologi tersebut diyakini akan membantu dokter memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat kepada pasien. “Integrasi teknologi ini akan memperkuat profesionalitas dokter di garis terdepan dalam proses perawatan pasien,” kata Emil.

 

Ia mengatakan kemampuan AI dalam membaca citra medis bahkan mampu mengenali detail yang sering kali luput dari pengamatan manusia. “Kita harus akui ketajaman mata dari AI itu tidak ada bandingannya dengan mata kita,” ujarnya.

 

Meski demikian, Emil menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu dalam proses pengambilan keputusan klinis. Menurutnya, keputusan akhir tetap menjadi tanggung jawab dokter karena menyangkut aspek profesionalisme, etika, dan keselamatan pasien.

 

“Final call untuk keputusan medis tetap ada di tangan dokter. Ada dimensi lain yang menimbulkan sebuah sense of belonging terhadap keputusan yang diambil terhadap wellbeing atau nyawa dari pasien yang tidak bisa di-outsource begitu saja kepada AI,” tegasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Emil secara resmi meluncurkan Haji C-AIRRe, ekosistem riset dan inovasi berbasis AI dan robotika yang dikembangkan melalui kolaborasi RSUD Haji Provinsi Jawa Timur bersama Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang.

 

Ia menilai sinergi antara rumah sakit, perguruan tinggi, dan mitra internasional menjadi fondasi penting dalam mempercepat kemandirian teknologi kesehatan di Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi RSUD Haji, tetapi juga dapat diterapkan di fasilitas kesehatan lainnya.

 

Sebagai bentuk penguatan kolaborasi tersebut, kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara RSUD Haji Provinsi Jawa Timur dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (UNAIR). Kerja sama tersebut menjadi dasar pengembangan riset, pemanfaatan AI, robotika, serta berbagai inovasi teknologi kesehatan untuk mendukung transformasi layanan rumah sakit.

 

Sementara itu, Direktur RSUD Haji Provinsi Jawa Timur dr. Tauhid Islamy mengatakan Haji C-AIRRe lahir dari kebutuhan rumah sakit dalam menjawab berbagai tantangan pelayanan yang semakin kompleks.

 

Menurutnya, rumah sakit tidak hanya dituntut memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, transparansi pembiayaan, akuntabilitas proses, hingga keselamatan pasien (patient safety). “Rumah sakit adalah institusi yang padat modal, padat teknologi, padat human resources, namun juga sekaligus padat masalah,” ujarnya.

 

Tauhid menjelaskan, pengembangan inovasi tersebut tidak mungkin dilakukan sendiri oleh rumah sakit. Karena itu, pihaknya menggandeng perguruan tinggi sebagai mitra strategis yang memiliki kompetensi di bidang kecerdasan buatan, otomasi, robotika, dan komputasi cerdas.

 

Dalam ekosistem Haji C-AIRRe, RSUD Haji Provinsi Jawa Timur memperkenalkan sejumlah inovasi berbasis AI. Salah satunya AI Mina, sistem kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas klaim BPJS Kesehatan sehingga mampu memperkuat kesehatan fiskal rumah sakit.

 

Ia mengungkapkan, sebelum AI Mina diterapkan, angka pending claim rumah sakit berkisar antara 40 hingga 50 persen. Setelah sistem berbasis AI tersebut diimplementasikan, angka pending claim berhasil ditekan hingga di bawah lima persen.

 

Selain AI Mina, RSUD Haji juga memperkenalkan iBrain2U, asisten radiologi berbasis AI yang membantu interpretasi pencitraan otak, terutama pada masa emas penanganan pasien stroke. Inovasi lainnya meliputi AI Chatbot Minji Assistant, Automatic Scanning Microscope untuk deteksi tuberkulosis (TB), X-Manibus sebagai lengan rehabilitasi medik berbasis robotik, digitalisasi sistem pembayaran cashierless, serta integrasi sistem PACS, LIS, dan SIMRS melalui Haji Gaspol sebagai bagian dari pengembangan Smart Hospital.

 

Pada kesempatan yang sama, Associate Professor Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang Prof. Yoshito Otake menjelaskan bahwa laboratoriumnya mengembangkan AI khusus untuk pencitraan medis guna membantu dokter mendeteksi penyakit lebih dini, terutama pada kasus stroke yang membutuhkan penanganan cepat.

 

Menurutnya, teknologi tersebut dikembangkan untuk memberikan informasi yang lebih akurat kepada tenaga medis sehingga dapat meningkatkan kualitas diagnosis, memperkuat pengambilan keputusan klinis, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.

 

“Tujuan kami adalah untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada dokter guna mendukung deteksi dini penyakit, pengambilan keputusan yang lebih tepat, dan yang terpenting, perawatan yang lebih baik bagi pasien,” katanya.

 

Melalui kolaborasi tersebut, RSUD Haji Provinsi Jawa Timur berharap Haji C-AIRRe terus berkembang hingga memasuki tahap hilirisasi dan industrialisasi inovasi kesehatan. Dengan semangat “From Research to Impact, From AI to Humanity”, ekosistem ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai teknologi yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh rumah sakit di Indonesia sekaligus memperkuat transformasi layanan kesehatan berbasis inovasi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM