BerandaPemdaFestival Literasi 2026 Rembang Dibuka, Bupati Harno Tegaskan Literasi Kunci Menuju Indonesia...

Festival Literasi 2026 Rembang Dibuka, Bupati Harno Tegaskan Literasi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Literasi merupakan bekal penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan arus informasi yang semakin cepat.

Hal itu ditegaskan Bupati Rembang Harno, saat membuka Festival Literasi 2026, di halaman Perpustakaan Daerah kabupaten setempat, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, masyarakat yang memiliki budaya literasi yang baik, akan lebih mampu berpikir kritis, menyaring informasi secara bijak, serta memiliki karakter yang kreatif dan berdaya saing.

- Advertisement -

“Literasi adalah fondasi penting, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Harno.

Disampaikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat. Karena itu, budaya literasi harus ditanamkan sejak dini dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan, dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga memiliki peran yang sangat penting sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan kecintaan terhadap buku. Demikian pula sekolah, perpustakaan, komunitas literasi, dunia usaha, dan pemerintah perlu terus bersinergi menghadirkan ruang-ruang belajar yang inklusif, menarik, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Dia berharap, Festival Literasi 2026 mampu menjadi momentum, untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat Kabupaten Rembang. Dengan semakin banyak masyarakat yang gemar membaca, diharapkan kemampuan memahami informasi dan menghadapi tantangan perkembangan zaman juga semakin meningkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang, Arif Romadhon mengatakan, festival tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang perayaan literasi, tetapi juga untuk memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.

Disampaikan, gerakan literasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat agar budaya membaca semakin mengakar.

“Festival Literasi diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk mempromosikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat serta mendorong partisipasi aktif berbagai elemen seperti Bunda Literasi, perpustakaan desa, Forum TBM, komunitas literasi, penerbit, hingga UMKM yang mencerminkan masyarakat berliterasi,” ujar Arif.

Pada kesempatan itu, Arif juga menyampaikan capaian membanggakan Kabupaten Rembang di bidang literasi. Pada 2026, Kabupaten Rembang berhasil meraih Juara I Lomba Bertutur tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan budaya literasi di Kabupaten Rembang,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Festival Literasi 2026 berlangsung pada 23–25 Juli 2026, dengan beragam kegiatan edukatif dan kompetitif. Yakni, dongeng anak, lomba fashion show anak, pemilihan Duta, omba mewarnai, poster, mata pelajaran, pentas bakat literasi, dan senam bersama masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM