BerandaPemerintahBappenas dan UNICEF Perkuat Investasi Anak, Fokus pada Gizi hingga Perlindungan

Bappenas dan UNICEF Perkuat Investasi Anak, Fokus pada Gizi hingga Perlindungan

Kementerian PPN/Bappenas bersama UNICEF terus menjalin kerja sama di berbagai sektor untuk mendukung pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), khususnya terkait hak anak.

“Investasi pada anak-anak bukan sekadar kebutuhan, tetapi merupakan keharusan. Oleh karena itu, banyak strategi dan program Pemerintah Indonesia yang menyasar tidak hanya anak tetapi juga ibu,” tegas Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam pertemuan dengan Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman di Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat (21/8).

- Advertisement -

Tercatat, Pemerintah Indonesia bersama UNICEF menandatangani Basic Country Agreement (BCA) pada 1966, serta telah berkolaborasi sebanyak 13 siklus rencana aksi lima tahun melalui Country Programme Action Plan (CPAP). Implementasi rencana aksi ini meliputi bidang Gizi, Kesehatan, Sanitasi (WASH), Pendidikan, Perlindungan Anak, hingga Kebijakan Sosial.

Pemerintah Indonesia telah menempatkan anak sebagai prioritas dalam berbagai program, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak dan ibu hamil serta peluncuran Kerangka Kerja Nasional terkait pencegahan kematian ibu dan anak. Maniza Zaman turut memaparkan capaian peran Pemerintah Indonesia dan UNICEF dalam menangani permasalahan terkait anak. Terhitung mulai September 2026, kepemimpinan Maniza Zaman di UNICEF Indonesia akan dilanjutkan oleh Thomas Davin.

Ia memastikan dukungan teknis dan kerja sama dengan UNICEF di berbagai sektor akan terus berjalan. Kemitraan strategis ini diharapkan terus berlanjut guna menghasilkan best practices yang dapat diadopsi menjadi kebijakan nasional.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Rachmat Pambudy menilai UNICEF sebagai instansi yang berperan penting dalam keberhasilan investasi jangka panjang pada anak. “Human investment tidak dapat dirasakan manfaatnya secepat membangun pabrik, kita butuh waktu lebih. Jika kita menyelesaikan permasalahan saat ini, maka manfaatnya akan dirasakan oleh generasi selanjutnya atau dua generasi berikutnya atau bahkan oleh generasi ke-3,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM