Universitas Jambi (UNJA) melalui Organisasi Kemahasiswaan Guru Inspiratif (OKGI) menggelar Gelam Expo 2026 di Desa Sungai Gelam, Sabtu (30/8/2026). Kegiatan ini menjadi puncak Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang mengusung tema “Jelajah Potensi, Rayakan Kreativitas”.
Gelam Expo menjadi bagian dari upaya UNJA mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui literasi digital, penguatan ekonomi lokal, sekaligus pencegahan pernikahan dini.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia (SDM) Yultasmi, S.E., S.T., M.M., serta Kepala Desa Sungai Gelam Agustiar.
Prof. Fauzi Syam mengapresiasi kolaborasi mahasiswa dan pemerintah desa dalam menjalankan program tersebut. Ia menyebut kegiatan PPK Ormawa sebagai salah satu program unggulan yang telah lolos seleksi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program tersebut dikembangkan melalui tiga kegiatan utama, yakni Gen Ready, Gelam Sadar, dan Gelam Bisa.
“Kami berharap apa yang sudah diimplementasikan mahasiswa di sini bisa digunakan terus oleh masyarakat seterusnya,” ujar Prof. Fauzi Syam.
Kehadiran mahasiswa UNJA melalui PPK Ormawa tidak hanya diarahkan pada kegiatan pengabdian jangka pendek, tetapi juga membangun program yang dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat.
Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM, Yultasmi, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gelam Expo.
“Kami mewakili pemerintah daerah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan ini dan kami sangat mendukung kegiatan Gelam Expo yang diadakan oleh Universitas Jambi. Semoga kegiatan terus berdampak dan bisa bertahan di tahun-tahun berikutnya karena dapat membantu masyarakat,” ungkapnya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Desa Sungai Gelam Agustiar. Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa.
“Kami benar-benar berterima kasih dengan kegiatan PPK ORMAWA ini. Alhamdulillah sudah berjalan beberapa bulan dan ini merupakan wujud dari kesuksesan mahasiswa dalam menjalankannya. Kami dari pemerintah Sungai Gelam tentu terus mendukung dan melanjutkan kegiatan ini,” ujar Agustiar.
Dosen Pembimbing Lapangan Sri Rahmah Ramadhoni, M.Pd. menjelaskan bahwa salah satu inti pengabdian OKGI UNJA adalah program PINTAR atau Pojok Informasi dan Literasi Digital Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Mencegah Pernikahan Dini di Desa Sungai Gelam.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terkait kesehatan reproduksi, regulasi, nilai sosial dan keagamaan, sekaligus memberikan alternatif pemberdayaan ekonomi.
Pelaksanaan PINTAR dikembangkan melalui tiga pilar digital. Pilar pertama adalah Pojok GEN-READY atau Generasi Sehat, Reproduktif, Edukatif, dan Berdaya. Program ini membentuk komunitas relawan remaja Duta PINTAR yang diharapkan menjadi penggerak pencegahan pernikahan dini di lingkungan masyarakat.
Pilar kedua, Pojok GELAM SADAR atau Sadar Aturan dan Religi, berfokus pada pembelajaran nonformal mengenai aturan dan nilai keagamaan. Program tersebut ditutup dengan deklarasi serta pembacaan pakta integritas masyarakat.
Sementara pilar ketiga adalah Pojok GELAM BISA atau Gelam Bisnis dan Keterampilan Digital, yang diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha, keterampilan digital, peluncuran bisnis, serta pameran produk warga.
Gelam Expo juga menjadi ruang promosi bagi potensi ekonomi masyarakat Desa Sungai Gelam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam, karnaval dan jalan santai bersama masyarakat. Acara kemudian dimeriahkan dengan Tari Kreasi dari Sanggar Tari Desa Sungai Gelam serta pementasan musikal.
Pengunjung juga diajak melihat berbagai stan UMKM yang menampilkan produk lokal. Promosi produk dilakukan melalui pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari penguatan literasi dan pemasaran digital masyarakat.
Selain itu, kegiatan diisi dengan peluncuran relawan Duta PINTAR, pembagian hadiah lomba bagi kelompok PKK serta pengundian doorprize.
Melalui rangkaian tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi terkait pernikahan dini, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan ekonomi.
Kolaborasi OKGI UNJA, pemerintah desa dan masyarakat Sungai Gelam menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Literasi digital ditempatkan sebagai instrumen penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, memperluas pemasaran produk lokal dan memperkuat kemampuan generasi muda menghadapi berbagai persoalan sosial.
Program tersebut juga menunjukkan bahwa pencegahan pernikahan dini dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih luas, tidak hanya melalui edukasi kesehatan dan regulasi, tetapi juga pemberdayaan generasi muda serta penguatan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui PPK Ormawa dan Gelam Expo 2026, UNJA mendorong terciptanya Desa Sungai Gelam yang lebih berdaya, melek digital dan memiliki kemampuan untuk melanjutkan program secara mandiri.
Sinergi perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat tersebut diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang tidak hanya mampu menekan persoalan pernikahan dini, tetapi juga memperkuat fondasi menuju desa cerdas berbasis literasi digital.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News






