BerandaPemerintahProduk Kayu Klaten Tembus Pasar Eropa hingga Afrika, Ini Kisah Citra Fajar...

Produk Kayu Klaten Tembus Pasar Eropa hingga Afrika, Ini Kisah Citra Fajar Utama

Cerita menembus pasar global tidak selalu berasal dari perusahaan besar dengan fasilitas produksi megah. Sebuah usaha pengolahan kayu di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yaitu Citra Fajar Utama (CFU), membuktikan bahwa keberanian melihat peluang, menjaga kualitas, dan terus belajar dapat membawa produk daerah menembus pasar global.

Pemilik CFU, Doddik Sulistiono, membangun usahanya pada 1998 dengan menyewa sebuah tempat penggergajian di kawasan Klaten. Dari situ, usaha pengolahan kayu Doddik makin berkembang. Ia pun dapat membeli lahan dan membangun pabrik sendiri yang kemudian ditempati pada 2012.

- Advertisement -

Meskipun baru memiliki tempat sendiri pada 2012, perjalanan CFU menembus pasar internasional telah dimulai jauh lebih awal. Pada 2005, perusahaan ini mengekspor perdana produk lantai (flooring) kayu ke Taiwan. “Kami berdiri pada 1998, itu awal mula jualan. Kemudian, pada 2005 kami mulai ekspor. Ekspor pertama saat itu ke Taiwan, produknya flooring kayu,” ujar Doddik.

Dari Taiwan, pasar ekspor CFU terus berkembang. Kini produk CFU telah menjangkau negara-negara di Asia, Eropa, dan Afrika. Produk yang dihasilkan pun semakin beragam, mulai dari kerajinan kayu (woodworking), produk berbahan kayu jati, furnitur, hingga finger-joint laminated board.

“Saat ini, kami juga ekspor ke Tiongkok dan Eropa. Kami pun telah mendapat proyek di Ghana. Eropa saat ini menjadi pasar terbesar kami, dan saat ini kami sedang menjajaki pasar Eropa Timur. Kami juga sedang menjajaki untuk masuk ke Amerika Serikat dan Amerika Latin,” papar Doddik.

Perjalanan menuju pasar ekspor, menurut Doddik, tidak selalu mudah. Salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha adalah perubahan regulasi yang dapat memengaruhi biaya dan waktu ekspor. “Harapan saya kepada pemerintah, terutama Kementerian Perdagangan, adalah agar semakin menyederhanakan regulasi,” katanya.

Doddik juga berharap agar pemerintah memperbanyak pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Menurutnya, pengembangan industri berbasis kayu melibatkan berbagai sektor. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha membutuhkan sinergi lintas kementerian. “Pelatihan-pelatihan harus diadakan sehingga industri kita bisa berkembang,” ujar Doddik.

Kisah menarik lainnya datang dari perjalanan CFU saat akan menjadi pemasok perlengkapan untuk gerai-gerai Starbucks di dalam negeri. Semua berawal dari keikutsertaan dalam sebuah pameran domestik pada 2015. Di pameran tersebut, CFU menawarkan bahan finger-joint laminated board. CFU kemudian berkesempatan membuat meja untuk salah satu gerai Starbucks di kawasan Menteng, Jakarta, pada 2016.

Kesempatan tersebut menjadi ujian penting bagi CFU. Doddik harus memastikan produk yang dibuat mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan calon pelanggan. Doddik dan timnya kemudian memperkuat kualitas lem, menyempurnakan proses produksi, serta meningkatkan keterampilan pekerja. “Awal mulanya, pada 2016, kami mendapat pesanan pertama kali di Menteng. Kalau memang lolos, tidak pecah, lanjut enam bulan. Kami kuatkan lemnya dan kualitas pekerjaannya, akhirnya lolos,” tutur Doddik.

Keberhasilan melewati pengujian tersebut membuka pintu yang lebih luas. CFU kemudian dipercaya untuk mengerjakan kebutuhan berbagai gerai Starbucks. Doddik menyebutkan, hingga kini perusahaannya telah dipercaya untuk mengerjakan hampir 900 gerai. “Dari situlah mereka mempercayakan ke CFU untuk mengerjakan setiap gerai. Sampai hari ini, total hampir 900 gerai dan semuanya memang dari sini, dari CFU,” ujar Doddik.

Bagi Doddik, perjalanan mengembangkan usaha dari penggergajian sederhana di Klaten menunjukkan bahwa produk dari daerah memiliki kesempatan untuk bersaing apabila mampu menjaga kualitas dan memenuhi kebutuhan pasar. Doddik juga mengatakan, selain mampu bersaing di pasar, CFU turut memberi dampak bagi masyarakat sekitar. Hal ini karena sebagian besar tenaga kerja berasal dari lingkungan sekitar perusahaan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM