BerandaPemerintahZona Merah Turun Drastis, Kemenhut Terus Fokus Operasi Karhutla

Zona Merah Turun Drastis, Kemenhut Terus Fokus Operasi Karhutla

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi perbaikan kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Zona merah dengan kualitas udara sangat tidak sehat turun drastis.

Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), zona kualitas udara Sangat Tidak Sehat (kategori Merah) terpantau terus menyusut dan kini hanya tersisa di sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat.

- Advertisement -

Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia lainnya terpantau relatif aman berada pada kategori Baik (Hijau) hingga Sedang (Biru), meski zona Tidak Sehat (Kuning) masih mendominasi area Kalimantan dan sebagian kecil Sumatera bagian barat.

Kemenhut bersama Satgas Gabungan, yang melibatkan Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat peduli api, dan para pemangku kepentingan, terus bersinergi mengoptimalkan penanganan di lapangan. Langkah penanggulangan dilakukan secara terpadu melalui pemadaman darat, patroli, hingga dukungan operasi udara di wilayah-wilayah prioritas.

Dukungan armada udara dikerahkan secara terukur dengan total 53 unit. Sebanyak 19 unit armada dialokasikan untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 34 unit armada fokus melakukan pemadaman udara (water bombing) pada titik-titik lokasi yang sulit dijangkau tim darat. Pelaksanaan OMC terus dioptimalkan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kriteria meteorologis guna memicu keterbentukan awan hujan.

Berdasarkan data sistem pemantauan SiPongi Kemenhut berbasis satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 per 3 September 2026 pukul 21.19 WIB, terdeteksi sebanyak 688 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). Pemantauan intensif difokuskan pada tujuh wilayah utama, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Kemenhut menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi titik panas dari penginderaan satelit dan tidak selalu berarti kejadian kebakaran aktif. Namun, keberadaan data ini menjadi pijakan utama bagi tim gabungan di lapangan untuk langsung melakukan verifikasi (ground check) dan respons cepat penanganan.

Guna menjaga tren positif dan mempercepat pemulihan kualitas udara secara menyeluruh, Kemenhut mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca kering saat ini.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM