BerandaPemerintahWayang Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif, Muhaimin Iskandar Dorong Regenerasi Seniman

Wayang Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif, Muhaimin Iskandar Dorong Regenerasi Seniman

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menegaskan wayang bukan sekadar warisan budaya yang harus dikenang dari masa lalu. Lebih dari itu, seni tradisi merupakan modal masa depan yang dapat menjadi kekuatan ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat.

 

- Advertisement -

“Wayang dan seni tradisi adalah warisan masa lalu, tetapi juga modal masa depan. Modal budaya ini bisa menjadi sumber ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat kalau kita rawat dan beri ruang untuk berkembang,” ujar Menko Muhaimin saat menyaksikan pertunjukan wayang kulit di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (04/09/2026) malam.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menko Muhaimin juga memberikan penghargaan kepada dalang wayang kulit Ki Cahyo Kuntadi atas dedikasinya menjaga dan mengembangkan seni tradisi. Sebagai simbol penghormatan, Menko Muhaimin menyerahkan tokoh wayang Werkudoro kepada Ki Cahyo Kuntadi.

 

Menurut Menko Muhaimin, penghargaan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi kepada seorang dalang, tetapi juga penghormatan kepada para seniman yang selama ini menjaga kebudayaan bangsa tetap hidup di tengah perubahan zaman.

 

“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan terhadap para seniman yang setia menjaga akar budaya bangsa, sekaligus ajakan kepada generasi muda untuk tidak malu dan tidak ragu mencintai seni tradisi sendiri,” katanya.

 

Menko Muhaimin mengatakan wayang memiliki kekuatan yang jarang dimiliki oleh bentuk kesenian lain. Dalam satu pertunjukan, wayang mempertemukan tradisi, kebudayaan, spiritualitas, pendidikan, dan hiburan yang telah hidup dan diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat.

 

“Wayang buat kita adalah tradisi, budaya, spiritual, pendidikan, hiburan jadi satu yang telah melegenda dari generasi ke generasi, tumbuh menjadi kekuatan budaya yang hidup sehari-hari di masyarakat kita,” ujarnya.

 

Ia menilai kekuatan budaya tersebut harus terus diterjemahkan menjadi kekuatan pemberdayaan masyarakat. Pelestarian seni tradisi, menurutnya, tidak cukup hanya menjaga pertunjukan tetap berlangsung, tetapi juga harus memastikan adanya regenerasi seniman, peningkatan kapasitas, serta terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat yang hidup di sekitar ekosistem kebudayaan.

 

Salah satu contoh, kata Menko Muhaimin, dapat dilihat dari dedikasi Ki Cahyo Kuntadi. Dalang wayang kulit kenamaan asal Blitar, Jawa Timur, tersebut tumbuh dalam lingkungan keluarga seniman dan mengenal dunia pedalangan sejak usia dini melalui tradisi yang diwariskan langsung oleh ayahnya, dalang Ki Sukron Suwondo.

 

Kini, Ki Cahyo Kuntadi memimpin Sanggar Seni Madhangkara yang tidak hanya menjadi ruang pertunjukan wayang, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan regenerasi seniman. Melalui sanggar tersebut, ia membina generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan seni pedalangan.

 

“Apa yang dilakukan Ki Cahyo Kuntadi melalui Sanggar Madhangkara adalah contoh nyata pemberdayaan dari akar rumput. Melahirkan dalang-dalang muda, menjaga tradisi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Menko Muhaimin.

 

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat akan terus mendukung upaya pelestarian seni dan kebudayaan yang tumbuh bersama masyarakat. Seni dan budaya, kata dia, merupakan bagian dari ekosistem pemberdayaan karena mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus menciptakan ruang ekonomi baru.

 

Menko Muhaimin menekankan bahwa pemberdayaan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan kesejahteraan material. Penguatan identitas dan ketahanan budaya juga menjadi fondasi penting bagi masyarakat untuk tumbuh secara percaya diri, mandiri, dan mampu menghadapi perubahan.

 

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk kembali memberikan ruang bagi seni tradisi dalam kehidupan sehari-hari. Regenerasi menjadi kunci agar warisan budaya tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus hidup, berkembang, dan menemukan bentuk-bentuk baru yang relevan dengan zaman.

 

“Selamat menikmati pertunjukan wayang yang menyejarah. Terima kasih Ki Dalang, terima kasih semua. Moga-moga keberkahan menyertai kita semua,” pungkas Menko Muhaimin.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM