Bupati Karawang, Aep Syaepuloh memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka meski sebagian wilayah Kabupaten Karawang terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Sebaran abu vulkanik hanya terjadi di sejumlah wilayah di bagian ujung Karawang. Sehingga belum berdampak signifikan terhadap kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas sekolah,” kata Aep di Karawang, Senin.
Meski aktivitas sekolah tetap berjalan normal, Bupati mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat di wilayah terdampak juga dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan material abu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang Wawan Setiawan mengatakan hingga Senin belum terdapat kebijakan untuk meliburkan sekolah maupun mengubah kegiatan belajar mengajar menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Dengan demikian, aktivitas pendidikan di sekolah masih berlangsung secara tatap muka.
Namun, langkah pencegahan mulai diterapkan untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan. Salah satunya dengan meniadakan apel pagi di lingkungan sekolah.
Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipatif sembari pemerintah daerah terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik di wilayah Karawang.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Usep Supriatna mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen awal terkait sebaran material yang diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan hasil asesmen Unit Reaksi Cepat Pusdalops BPBD Karawang, material yang diduga abu vulkanik sejauh ini teridentifikasi di dua titik.
Lokasi tersebut berada di Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, serta Desa Karanganyar, Kecamatan Klari.
BPBD melakukan asesmen setelah menerima laporan dari pihak kecamatan sekaligus memantau berbagai aduan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial.
Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan arah maupun perluasan sebaran material vulkanik ke wilayah lainnya.
Langkah antisipasi BPBD Karawang juga diselaraskan dengan arahan BPBD Provinsi Jawa Barat serta laporan Badan Geologi Kementerian ESDM per 6 September 2026.
Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi menghasilkan material vulkanik, termasuk abu halus yang arah penyebarannya sangat dipengaruhi kondisi angin.
Pemkab Karawang pun terus memonitor perkembangan situasi sebelum mengambil kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan penyesuaian kegiatan pendidikan apabila kondisi sebaran abu mengalami perubahan.
Untuk sementara, Bupati Karawang memastikan aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan langkah perlindungan di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News






