BerandaPemdaMSI Dorong DIY Perluas Budidaya Singkong untuk Dukung Target Bioetanol E20

MSI Dorong DIY Perluas Budidaya Singkong untuk Dukung Target Bioetanol E20

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) menemui Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis (10/09). Dalam pertemuan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatiham, Yogyakarta ini, MSI mengungkapkan harapannya agar DIY turut serta dalam program pembudidayaan singkong guna mendukung produksi bioetanol.

Hal ini disampaikan Ketua Umum DPN MSI, Arifin Lambaga usai pertemuan. Arifin mengatakan, sebagai lembaga yang bergerak di bidang budi daya, pengembangan, dan industrialisasi singkong, pihaknya tengah berupaya mendukung pemerintah meningkatkan produksi bioetanol sebagai bahan campuran Bahan Bakar Minyak (BBM).

- Advertisement -

“Kami menghadap Sri Sultan sebetulnya ingin menyampaikan keinginan dan kebutuhan kami akan perluasan budidaya singkong. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan energi bioetanol yang harapannya dapat mencapai E20 untuk campuran BBM jenis gasoline, di mana saat ini kita baru mencapai E5,” paparnya.

Guna mencapai E20, Arifin menjelaskan, negara membutuhkan sekitar 3juta kiloliter bioetanol pertahun. Untuk itu dibutuhkan produksi singkong yang jauh lebih banyak lagi untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Meski memang sumber bioetanol tidak hanya didapat dari tanaman singkong, tapi juga bisa dari tebu dan jagung.

“Hal ini telah kami utarakan kepada Sri Sultan, kalau bisa ada ketersediaan lahan di DIY, mari kita kembangkan budidaya singkong untuk menyuplai produksi bioetanol di Indonesia. Apalagi pemerintah telah menetapkan, target E10 di 2027 dan menjadi E20 di tahun 2028,” imbuhnya.

Arifin mengungkapkan, wilayah DIY menjadi salah satu target lokasi budidaya singkong dengan alasan, budidaya singkong di DIY sudah ada cukup lama meski memang belum menjadi skala industri. Selain itu, letak DIY yang berada di tengah Pulau Jawa membuat pendistribusian bahan baku bioetanol maupun distribusi bioetanolnya sendiri akan lebih mudah menjangkau berbagai wilayah.

“Dan kami juga merasa budidaya singkong di DIY pasti mendapat dukungan dari Sri Sultan karena kalau masalah pertanian Ngarsa Dalem selalu antusias. Hanya saja, Ngarsa Dalem tadi berpesan agar kami juga bisa ikut membantu melakukan transformasi pola pikir masyarakat, dari pola pikir petani agraris menjadi pola pikir petani yang mampu menyediakan bahan baku industri,” katanya.

Menurut Arifin, tanaman singkong sendiri memiliki manfaat yang lebih dari sekedar bahan pangan dan sumber bioetanol. Diungkapkannya, MSI saat ini juga tengah fokus pada pengembangan biochar dari bonggol tanaman singkong yang memiliki kandungan karbon yang cukup tinggi. Hal ini terbukti dari kemampuan bonggol singkong menyimpan zat karbon, yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah.

“Selain itu, daun singkong juga memiliki manfaat lebih. Kami bekerja sama dengan Farmasi ITB, mengembangkan bioflavonoid, yang dapat dijadikan bahan baku skincare dengan kandungan antioksidannya. Ternyata ekstrak daun singkong bisa bikin wajah glowing,” tuturnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM