Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menerima silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Bahiej, bersama Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Faishol Muslim, dan perwakilan kafilah DIY yang berpamitan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Pertemuan berlangsung di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (09/09).
Dalam kesempatan tersebut, Sri Paduka menitipkan sejumlah pesan kepada para peserta dan official yang akan membawa nama DIY dalam ajang tersebut. Pesan pertama berkaitan dengan kesehatan. Para peserta diminta menjaga kondisi fisik dan saling mengingatkan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
“Yang penting jaga kesehatan. Saling mengingatkan, banyak-banyak minum (air putih),” pesan Sri Paduka.
Sri Paduka selanjutnya meminta para peserta tampil sebaik-baiknya dan mengikuti perlombaan tanpa beban. Menurutnya, hasil perlombaan merupakan bagian dari kehendak Allah Swt., sehingga peserta tidak perlu terlalu terbebani oleh target kemenangan.
“Tampil sebaik-baiknya, tampil tanpa beban. Kalau sudah diizinkan (Allah Swt.) juara pasti juara,” tutur Sri Paduka.
Kekompakan juga menjadi pesan yang disampaikan Sri Paduka. Para peserta dan official diharapkan dapat saling mendukung selama mengikuti MTQ Nasional, termasuk dengan menjaga komunikasi dan koordinasi satu sama lain.
Selain itu, Sri Paduka mengingatkan pentingnya menjaga adab dan unggah-ungguh selama berada di Semarang. Para peserta tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama DIY sehingga sikap dan perilaku selama mengikuti kegiatan perlu diperhatikan.
Kepada para coach atau pelatih, Sri Paduka pun berpesan agar peserta tidak diberikan tekanan berlebihan. Peserta perlu mendapatkan ruang untuk tampil dengan kemampuan terbaiknya. Apabila hasil yang diperoleh belum sesuai harapan, hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan.
Sri Paduka turut berharap keikutsertaan dalam MTQ Nasional menjadi kesempatan bagi kafilah DIY untuk membangun silaturahmi dengan peserta dari daerah lain. Pertemuan dan interaksi selama kegiatan diharapkan dapat memperluas persaudaraan dan pengalaman.
“Para peserta maupun official monggo bisa membina silaturahmi dengan kontingen lain. Tambah konco, tambah sedulur,” ungkap Sri Paduka.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej mengatakan, pihaknya bersama Biro Kesra Setda DIY turut mendampingi kafilah DIY yang akan bertolak ke Semarang pada Jumat (11/09). MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 sendiri akan berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026.
Ahmad menjelaskan, sebanyak 54 orang tergabung dalam kafilah DIY dengan 10 orang official. Para peserta tersebut berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan lembaga, mulai dari madrasah, pesantren, sekolah umum, hingga perguruan tinggi.
“Ini tingkatnya umum, jadi ada yang dari madrasah, dari pesantren, dari SMA, ada dari kuliah juga karena tingkat umum MTQ,” terang Ahmad.
Pada MTQ Nasional XXXI, kafilah DIY akan mengikuti 45 dari total 48 cabang yang diperlombakan. Tiga cabang tidak diikuti karena merupakan cabang baru yang membutuhkan persiapan lebih awal. Untuk menghadapi kompetisi tersebut, persiapan telah dilakukan secara intensif setelah proses seleksi tingkat provinsi. Selama kurang lebih lima bulan, para peserta mengikuti pelatihan dan pembinaan yang didampingi pembina serta pelatih tingkat provinsi.
“Alhamdulillah setelah kita seleksi di provinsi sudah selesai, dalam waktu beberapa bulan kurang lebih lima bulan, kita melakukan pelatihan-pelatihan intensif untuk para peserta yang didampingi oleh pembina-pembina, pelatih di tingkat provinsi. Jadi ada diklat yang khusus untuk menghadapi MTQ ini,” ucap Ahmad.
Dengan persiapan tersebut, Ahmad menyatakan optimistis kafilah DIY dapat memberikan penampilan terbaik. Namun, ia menilai capaian dalam perlombaan bukan satu-satunya hal yang perlu menjadi perhatian. Menurutnya, para peserta juga membawa nama DIY sehingga perlu menunjukkan karakter masyarakat Yogyakarta yang ramah, berakhlak, dan menjunjung adab.
Ahmad menilai membawa nama baik DIY melalui sikap dan perilaku menjadi bagian penting dari keikutsertaan dalam MTQ Nasional. Karena itu, pihaknya tidak menetapkan target perolehan piala secara khusus, melainkan berharap kafilah dapat tampil lebih baik dan optimal.
“Jadi kita tidak hanya untuk mencari juara, tetapi kita harus membawa nama baik, yang itu jauh lebih mulia untuk membawa nama baik tentang adab, keramahtamahan warga DIY. Targetnya kita tampil optimal, jauh lebih baik. Jadi tidak ada harus dapat piala berapa, sebagaimana tadi disampaikan Bapak Wakil Gubernur,” tegas Ahmad.
Dalam kafilah DIY tahun ini juga terdapat peserta yang mengikuti cabang Tilawah Tuna Netra. Untuk kategori tersebut, DIY mengirimkan peserta pada cabang Tilawah Tuna Netra Putra. Sementara untuk Tuna Netra Putri belum dapat diikuti karena belum terdapat peserta yang memenuhi persyaratan sebagai penduduk Yogyakarta.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






