BerandaPemerintahIN-Apps 2026 Dorong Aplikasi Indonesia Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

IN-Apps 2026 Dorong Aplikasi Indonesia Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghadirkan Indonesia Apps Summit (IN-Apps) 2026 dengan tema “Application as the New Engine of Growth” sebagai bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Forum ini menjadi ruang kolaborasi bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem aplikasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif digital Indonesia.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memberikan penghargaan kepada 13 pegiat dan perusahaan aplikasi dalam Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Senin (14/9), atas karya dan inovasi dalam mengembangkan ekonomi kreatif digital Indonesia. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan bagi para inovator, sejalan dengan subsektor aplikasi yang pada 2025 menjadi penyumbang investasi terbesar senilai Rp54,18 triliun dari total investasi ekonomi kreatif Rp183,01 triliun, sementara ekspor mencapai USD31,94 miliar.

- Advertisement -

“Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para inovator yang telah menghadirkan solusi digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menginspirasi lahirnya inovasi berikutnya. Keberhasilan kita akan diukur dari semakin banyaknya aplikasi Indonesia yang mampu berkembang, bersaing, dan menunjukkan kiprahnya di tingkat global. Kami berharap IN-Apps 2026 menjadi awal dari lahirnya lebih banyak kolaborasi yang bermakna dan nyata, baik dengan mitra nasional maupun internasional,” kata Menteri Ekraf.

Kementerian Ekraf dan Sinar Mas Land turut melakukan penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Dukungan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten. IN-Apps 2026 juga menghadirkan area pameran di Nusantara Hall dengan partisipasi berbagai perusahaan, institusi, serta sejumlah peserta dari Ekraf Pavilion dan Malaysia Pavilion dengan total 27 exhibitor.

“Ketika sebuah aplikasi berkembang, yang tumbuh bukan hanya perusahaan tetapi juga lapangan kerja, investasi dan daya saing bangsa. Melalui forum ini, saya berharap dapat terwujud kolaborasi yang semakin kuat antara talenta, pelaku usaha, investor, dan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga inovasi tidak berhenti sebagai sekadar gagasan, tetapi dapat berkembang menjadi solusi nyata yang menciptakan nilai dan manfaat berarti bagi masyarakat,” ujar Menteri Ekraf.

Penghargaan IN-Apps Digital Award 2026 mencakup 13 kategori yang dinilai berdasarkan enam aspek penilaian melalui proses kurasi oleh lima dewan juri.

Penerima penghargaan meliputi BCA Mobile untuk kategori Aplikasi Perbankan, Sentuh Tanahku untuk Aplikasi Pelayanan Publik, Shopee untuk Aplikasi E-Commerce, Halodoc untuk Aplikasi Kesehatan Digital, Dicoding untuk Aplikasi Pembelajaran Digital (Ed-Tech), dan Kompas.com untuk Aplikasi Media Online/Media Siber/Media Daring.

Selanjutnya, Gojek terpilih dalam kategori Startup Mapan, Rekosistem sebagai Startup New Rookie, GoPay untuk Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet)/Non-Perbankan, SatuSehat Mobile untuk Aplikasi Pendukung Program Prioritas Nasional, Peris.ai untuk Platform Teknologi Keamanan Siber, Apple Inc. sebagai Perusahaan Global Pendukung Ekosistem Aplikasi Nasional, serta OneSmile untuk kategori Private Sector Innovation/Corporate Smart Initiative/Commercial Solution Provider.

“Dukungan pemerintah tidak lepas dari salah satu faktor yang dapat mendorong pertumbuhan industri digital terutama di sektor ekonomi kreatif. Kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif saya kira sangat positif, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang kita lakukan bersama. Itu menunjukkan betapa pemerintah memiliki peran yang sangat dalam dan juga positif untuk perkembangan industri digital ke depannya,” ujar Head of Public Policy and Government Relations Gojek, Rangga D. Fadillah.

Dalam acara yang digelar pada 14 – 15 September 2026 menghadirkan konfrensi pada hari pertama, agenda diisi dengan keynote speech, serta talk show yang membahas transformasi modern, konektivitas ekosistem digital, inovasi, talenta, dan investasi lintas negara. Hari kedua menghadirkan sejumlah keynote speech dan talk show yang mengangkat isu ekonomi digital, masa depan ekosistem aplikasi Indonesia, pengalaman pengguna, serta penguatan keamanan dan privasi aplikasi digital.

Turut hadir dalam IN-Apps 2026 Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad; Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Nugroho Sulistyo Budi; Gubernur Banten, Andra Soni; CEO Sinarmas Land, Michael Widjaja; Ketua Umum Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI), Irwin Day; serta sejumlah pegiat ekraf ekosistem digital Indonesia. Menekraf didampingi oleh sejumlah eselon I dan II Kementerian Ekraf.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM