Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mendorong perluasan kerja sama ketenagakerjaan antara Indonesia dan Bulgaria, menyusul meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di negara Eropa tersebut akibat fenomena aging population.
Hal itu disampaikan Menteri Mukhtarudin saat memberikan sambutan pada resepsi peringatan 118th Independence Day of the Republic of Bulgaria sekaligus 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria yang digelar di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin 21 September 2026.
Menteri Mukhtarudin mengatakan Indonesia memiliki modal demografi berupa jumlah penduduk usia produktif yang besar, sementara Bulgaria dan sejumlah negara Eropa menghadapi tantangan penuaan populasi yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan tenaga kerja.
“Indonesia pada saat ini berada pada momentum bonus demografi. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar, pada 2025 ini jumlah penduduk usia produktif Indonesia mencapai sekitar 183,4 juta jiwa dan diproyeksikan menjadi sekitar 208 juta jiwa pada tahun 2045,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Menurut Menteri, kondisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk berkontribusi memenuhi kebutuhan tenaga kerja global, termasuk di Bulgaria.
Mukhtarudin menyebut pekerja migran Indonesia telah bekerja di Bulgaria, terutama pada sektor hospitality. Ia mengatakan sebagian di antaranya berasal dari Bali dan jumlahnya telah mencapai ribuan pekerja.
“Kita sudah banyak mengirim pekerja migran kita ke Bulgaria, khususnya dari Bali untuk sektor hospitality. Ribuan pekerja migran kita yang bekerja di Bulgaria di sektor hospitality,” imbuh Menteri.
Ke depan, pemerintah Indonesia membuka peluang untuk memperluas kerja sama ke sektor formal lainnya yang dibutuhkan Bulgaria.
“Tentu kami membuka ruang untuk kembali membuka sektor-sektor formal yang lain untuk kerja sama yang saling menguntungkan kedua negara,” beber Menteri.
Menteri P2MI menilai perbedaan kondisi demografi antara Indonesia dan Bulgaria dapat menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama mobilitas tenaga kerja.
“Kondisi ini membuka peluang untuk memperluas akses pekerja migran Indonesia terhadap bursa kerja luar negeri, termasuk melalui kerja sama mobilitas tenaga kerja dengan Bulgaria,” katanya.
Perkuat Hubungan Ekonomi
Selain ketenagakerjaan, Mukhtarudin menilai Bulgaria memiliki posisi penting dalam hubungan Indonesia dengan Eropa karena merupakan anggota Uni Eropa.
Menurutnya, posisi tersebut dapat menjadi pintu untuk memperkuat konektivitas Indonesia dengan pasar Eropa, termasuk melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).
“Karena itu, kita memiliki kepentingan bersama untuk mempercepat proses perjanjian tersebut dan mengoptimalkan kekuatan masing-masing demi kemitraan yang saling menguntungkan,” ujar Menteri.
Mukhtarudin juga menyoroti perkembangan hubungan bilateral Indonesia-Bulgaria yang telah berlangsung selama tujuh dekade. Kerja sama kedua negara kini mencakup bidang politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hingga hubungan antarmasyarakat.
Ia menyebut interaksi antara pejabat kedua negara juga semakin intensif, termasuk kunjungan Wakil Perdana Menteri Bulgaria Alexander Poulev ke Jakarta.
70 Tahun Hubungan Diplomatik
Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat Bulgaria atas peringatan Hari Kemerdekaan ke-118.
Menteri Mukhtarudin mengapresiasi Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia Dr. Tanya Dimitrova dan Kedutaan Besar Bulgaria yang menyelenggarakan resepsi peringatan tersebut.
Mukhtarudin mengatakan hubungan Indonesia dan Bulgaria selama 70 tahun dibangun di atas prinsip saling menghormati, persahabatan, dialog, kerja sama, dan komitmen terhadap perdamaian.
Selain hubungan antarpemerintah, Mukhtarudin menilai koneksi antarmasyarakat (people-to-people contacts) menjadi kekuatan penting dalam mempererat hubungan bilateral.
Meningkatnya kunjungan wisatawan Bulgaria ke Indonesia, pertukaran akademik, kegiatan kebudayaan, serta dialog antarbudaya dan antaragama menunjukkan hubungan kedua negara berkembang tidak hanya melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui interaksi masyarakat.
“Di tengah berbagai tantangan global, termasuk konflik, perang, dan bencana yang terjadi di berbagai belahan dunia, hubungan baik antarmasyarakat menjadi pondasi penting untuk menjaga kepercayaan, memperkuat persahabatan, dan membangun perdamaian,” tutur Menteri Mukhtarudin.
Menteri P2MI menegaskan Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat hubungan bilateral dengan Bulgaria, memperluas peluang ekonomi, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta berkontribusi terhadap stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.
“Semoga Republik Bulgaria terus maju dan sejahtera, dan semoga persahabatan Indonesia dan Bulgaria yang telah terjalin selama 70 tahun terus tumbuh semakin erat dan kokoh dan saling menguntungkan kedua negara,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






