Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang bersama PT Pupuk Indonesia memperkuat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi untuk memastikan ketersediaan dan distribusinya sesuai kebutuhan petani.
Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan turun langsung ke sejumlah kelompok tani di Kecamatan Hamparan Perak, Selasa (22/9/2026).
Staf Ahli Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Deli Serdang Misran Sihaloho bersama jajaran PT Pupuk Indonesia mengunjungi Gapoktan Jaya Bersama di Desa Paluh Manan dan Gapoktan Sinar Tani di Desa Kota Rantang.
Monitoring tersebut tidak hanya mengecek ketersediaan dan realisasi penyaluran pupuk, tetapi juga mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi petani untuk kemudian ditindaklanjuti pemerintah daerah.
Misran mengatakan pengawasan langsung diperlukan untuk mengetahui kesesuaian antara alokasi, realisasi penyaluran, dan kebutuhan pupuk petani di lapangan.
Di Gapoktan Jaya Bersama, alokasi pupuk dalam satu tahun mencapai 161 ton urea dan 146 ton NPK.
Hingga monitoring dilakukan, realisasi penyaluran tercatat sebanyak 60 ton urea dan 65 ton NPK. Harga penyaluran tercatat Rp90.000 per goni untuk urea dan Rp92.000 per goni untuk NPK.
Dalam monitoring tersebut, tim menemukan adanya petani baru yang belum dapat menebus pupuk bersubsidi karena belum tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Persoalan tersebut langsung menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Pertanian akan melakukan pendataan dan memperbarui usulan sehingga kebutuhan pupuk petani baru dapat diakomodasi sesuai ketentuan.
Persoalan berbeda ditemukan saat tim melakukan monitoring di Gapoktan Sinar Tani.
Gapoktan tersebut memperoleh alokasi pupuk sebanyak 133 ton urea dan 101 ton NPK per tahun. Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran mencapai 51 ton urea dan 40 ton NPK.
Namun, sebagian lahan pertanian mengalami banjir yang menyebabkan tanaman rusak sehingga petani harus melakukan penanaman kembali.
Alokasi pupuk yang sebelumnya diperhitungkan untuk dua musim tanam telah digunakan, sedangkan proses penanaman kembali setelah banjir membutuhkan tambahan pupuk.
Temuan tersebut akan ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mencari solusi agar kebutuhan petani terdampak dapat terpenuhi.
“Setelah dilakukan monitoring langsung ini, kami berharap para distributor dapat memaksimalkan penggunaan pupuk subsidi kepada para petani,” ujar Misran.
Account Executive Wilayah Sumatera Utara I PT Pupuk Indonesia Ahmad Dalfin mengapresiasi kolaborasi bersama Pemkab Deli Serdang dalam melakukan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi.
Menurutnya, monitoring langsung di tingkat Gapoktan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kebutuhan dan realisasi penggunaan pupuk selama satu tahun.
“Kegiatan monitoring ini menjadi langkah yang baik untuk memastikan ketersediaan pupuk di tingkat Gapoktan. Selain itu, kami juga melakukan pendataan terkait penyaluran dan penggunaan pupuk selama satu tahun,” katanya.
Data tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari evaluasi untuk menjaga ketersediaan pupuk sekaligus mendukung keberlanjutan produktivitas pertanian di Kabupaten Deli Serdang.
Melalui pengawasan bersama ini, Pemkab Deli Serdang dan PT Pupuk Indonesia berupaya memastikan pupuk bersubsidi tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat diterima petani yang membutuhkan sesuai ketentuan.
Temuan mengenai petani yang belum masuk RDKK serta kebutuhan tambahan pupuk akibat penanaman ulang pascabanjir juga menjadi bagian penting dari evaluasi.
Dengan monitoring langsung dan tindak lanjut lintas pihak, persoalan distribusi pupuk diharapkan dapat ditangani lebih cepat sehingga petani dapat menjaga keberlangsungan produksi pertaniannya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






