BerandaPemerintahWamenag: Kesejahteraan Guru dan Penguatan Madrasah Jadi Prioritas Pendidikan Keagamaan

Wamenag: Kesejahteraan Guru dan Penguatan Madrasah Jadi Prioritas Pendidikan Keagamaan

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk memperjuangkan kesejahteraan guru dan memperkuat kualitas pendidikan madrasah. Dukungan anggaran, peningkatan infrastruktur, serta lingkungan belajar yang aman menjadi bagian penting dalam menyiapkan peserta didik yang berprestasi dan berakhlak mulia.

Hal tersebut disampaikan Wamenag saat memberikan pembinaan dan bersilaturahmi dengan guru, siswa, serta wali siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan, Sumatera Utara, Senin (5/10/2026).

- Advertisement -

Menurut Wamenag, besarnya kontribusi pendidikan yang dikelola Kementerian Agama perlu diimbangi dengan dukungan anggaran yang proporsional. Ia menyebut jumlah peserta didik di bawah naungan Kemenag mendekati 16 juta orang.

“Kementerian Agama berpartisipasi kurang lebih 20% di bidang pendidikan, sehingga seharusnya 20% dari dana pendidikan yang mendekati 800 triliun dialokasikan untuk pendidikan yang dikelola Kementerian Agama,” ujar Wamenag.

Dukungan tersebut, lanjutnya, diperlukan untuk menjawab berbagai kebutuhan pendidikan keagamaan, termasuk kesejahteraan guru honorer, percepatan sertifikasi, dan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kemenag terus memperjuangkan pemenuhan hak guru agar mereka dapat menjalankan tugas pendidikan dengan lebih baik.

Wamenag juga menyampaikan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pesantren dan madrasah menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dukungan pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan diharapkan dapat menjangkau kebutuhan madrasah di berbagai daerah.

“Ini momentum kita untuk terus meningkatkan kualitas. Selamat datang di era Presiden yang peduli pesantren dan madrasah. Banyak bantuan langsung yang disalurkan presiden ke pesantren dan madrasah,” tuturnya.

Selain penguatan sarana dan kesejahteraan pendidik, Wamenag menekankan pentingnya menjaga mutu pembelajaran. Menurutnya, capaian peserta didik madrasah di tingkat nasional maupun internasional menunjukkan bahwa pendidikan madrasah memiliki daya saing yang kuat.

“Fokus utama negara untuk memastikan lembaga pendidikan Islam mampu bersaing secara global dan melahirkan generasi yang berakhlak mulia,” tegasnya.

Wamenag turut mengingatkan pentingnya perlindungan peserta didik. Ia menegaskan bahwa perundungan dan pelecehan seksual tidak boleh mendapat ruang di lingkungan pendidikan keagamaan. Penanganan yang tegas diperlukan agar madrasah dan pesantren menjadi tempat belajar yang aman serta mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Ahmad Qosbi menyampaikan apresiasi atas perhatian Wamenag terhadap pengembangan pendidikan madrasah di daerahnya. Ia mengatakan, madrasah di Sumatera Utara terus menunjukkan capaian akademik yang membanggakan.

“Sumatera Utara dikenal dengan siswa madrasah yang berprestasi di mana banyak yang lulus di perguruan tinggi negeri favorit di dalam negeri, bahkan sampai melanjutkan studi ke luar negeri,” ungkap Ahmad Qosbi.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal untuk terus memperkuat pembinaan akademik dan karakter peserta didik. Kehadiran Wamenag diharapkan menambah semangat para pendidik dan keluarga besar madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Turut hadir, Staf Khusus Menteri Agama Nona Gayatri Nasution, Tenaga Ahli Menteri Agama Junisab Akbar, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumatera Utara Syafrizal Bancin, serta jajaran kepala bidang dan pembimbing masyarakat Kanwil Kemenag Sumatera Utara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM