Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman hingga 2027, meskipun situasi pangan global masih diwarnai berbagai tantangan dan ketidakpastian.
Pemerintah terus memperkuat langkah pengamanan pasokan serta stabilisasi harga sejumlah komoditas pangan strategis agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, termasuk selama musim kemarau.
Zulhas mengungkapkan bahwa stok beras pemerintah saat ini mencapai lebih dari 4 juta ton. Selain beras, ketersediaan komoditas pangan lainnya, seperti telur ayam dan ikan, juga dinyatakan mencukupi.
“Stok beras kita cukup, 4 juta lebih. Telur ayam cukup, ikan cukup. Jadi pangan aman, ya. Sampai tahun depan insya Allah aman,” ujar Zulhas saat menyerahkan bantuan pangan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil koordinasi dan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Walaupun ada gejolak dunia, pangan Indonesia aman,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan, pemerintah melalui Perum Bulog menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar-pasar tradisional.
Zulhas menyampaikan bahwa sebanyak 1 juta ton beras SPHP telah disalurkan dengan harga Rp12.500 per kilogram.
Program tersebut ditujukan untuk memberikan alternatif beras dengan harga terjangkau kepada masyarakat, terutama ketika harga beras di pasar mengalami kenaikan.
“Beras SPHP harganya Rp12.500, kita akan sebar sebanyak 1 juta ton, itu sudah disebar,” katanya.
Melalui penyaluran beras SPHP, pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan harga sekaligus memperkuat pasokan beras di pasar.
Langkah stabilisasi tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengantisipasi tekanan harga pangan akibat perubahan musim maupun dinamika pasar.
Selain beras, pemerintah juga melakukan intervensi terhadap komoditas jagung yang menjadi salah satu bahan baku utama industri pakan ternak.
Zulhas mengatakan Bulog melelang sebanyak 150 ribu ton jagung untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pakan ternak.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga jagung selama musim kemarau.
Kenaikan harga jagung berpotensi meningkatkan biaya produksi pakan ternak, yang selanjutnya dapat memengaruhi harga ayam pedaging maupun telur ayam di tingkat konsumen.
“Bulog juga melelang 150 ribu ton untuk UMKM pakan ternak,” ujar Zulhas.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berupaya membantu pelaku usaha memperoleh bahan baku sekaligus mengurangi potensi tekanan biaya produksi pada sektor peternakan.
Upaya stabilisasi pangan juga dilakukan terhadap bahan baku tepung.
Pemerintah menyiapkan lelang sebanyak 380 ribu ton beras yang telah disimpan selama sekitar satu tahun untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung.
Menurut Zulhas, langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan bahan baku dan mengantisipasi kenaikan harga produk tepung.
“Kita juga lelang 380 ribu ton beras yang sudah setahun umurnya untuk tepung, sehingga tepung juga nanti harganya enggak naik,” jelasnya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan stok pangan sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah tetap melanjutkan program bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Zulhas menyampaikan bahwa bantuan pangan diberikan kepada 33,2 juta penerima yang termasuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.
Setiap penerima mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Bantuan tersebut disalurkan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan pangan penerima selama periode tiga bulan.
Program bantuan pangan ini diharapkan dapat meringankan pengeluaran rumah tangga sekaligus memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan tetap memiliki akses terhadap bahan pangan pokok.
Menko Pangan menegaskan bahwa pemerintah terus mengantisipasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi ketersediaan dan harga pangan, termasuk musim kemarau serta ketidakpastian kondisi global.
Penguatan cadangan pangan, penyaluran beras SPHP, intervensi bahan baku pakan ternak, dan distribusi bantuan pangan menjadi sejumlah langkah yang ditempuh pemerintah.
Melalui koordinasi antara kementerian, lembaga, Perum Bulog, dan pemerintah daerah, pemerintah berupaya memastikan pasokan pangan tetap tersedia serta harga kebutuhan pokok dapat dijangkau masyarakat.
Dengan stok beras yang disebut mencapai lebih dari 4 juta ton dan berbagai kebijakan stabilisasi yang berjalan, Zulhas optimistis kebutuhan pangan nasional dapat tetap terpenuhi hingga tahun depan.
Pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan, khususnya selama menghadapi musim kemarau dan dinamika harga komoditas di pasar.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News






