BerandaPemerintahMenteri Sosial Saifullah Yusuf Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan Kementerian Sosial terus berupaya memperbaiki tata kelola dan pengawasan Sekolah Rakyat, sekaligus memperkuat SDM yang terlibat.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta, pada Minggu (11/10/2026) malam.
“Secara umum dapat saya sampaikan bahwa proses pembelajaran telah berjalan dengan baik, meskipun masih banyak kekurangan-kekurangan, dan kami juga harus terus memperbaiki tata kelola, pengawasan, sekaligus mencukupi kekurangan tenaga pendidik seperti guru, wali asrama, dan wali asuh,” kata Gus Ipul.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul juga sempat makan malam bersama siswa SRT 4 Jakarta. Suasana semakin hangat saat beberapa siswa berani tampil ke depan untuk menyumbangkan lagu. Dengan penuh keakraban Gus Ipul duduk lesehan bersama ratusan siswa lain dan menikmati lagu yang dinyanyikan.
Salah satunya, Jessie siswi kelas 10 membawakan lagu Aku yang Dulu Bukanlah yang Sekarang. Ada juga Libo, siswa asal Papua yang kini di Sekolah Rakyat Bekasi. Dia tampil percaya diri membawakan lagu Perahu Retak dari Franky Sahilatua, dan langsung disambut tepuk tangan seluruh siswa di ruang makan.
Penampilan berikutnya dari Latifah yang menyanyikan Gala Bunga Matahari dengan penuh penghayatan. Latifah dan Jessie merupakan teman dekat meski berbeda keyakinan, mencerminkan keakraban dan kebersamaan di antara para siswa Sekolah Rakyat.
Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat saat ini berlangsung di berbagai lokasi dengan kondisi sarana prasarana yang berbeda. Sebagian sekolah telah menempati gedung permanen, sementara lainnya masih menggunakan gedung sementara sambil menunggu proses pembangunan fasilitas permanen.
“Sekarang sudah ada lebih dari 44 ribu siswa seluruh Indonesia di 182 titik, 93-nya sudah menggunakan gedung permanen, sisanya masih menggunakan gedung sementara sambil menunggu proses pembangunan gedung permanennya. Khusus untuk gedung permanen itu kapasitasnya mencapai lebih dari 2 ribu siswa setiap titik nantinya, jenjang SD, SMP, dan SMA,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki karakteristik yang beragam. Para siswa berasal dari latar belakang keluarga, budaya, kebiasaan, dan pola asuh yang berbeda-beda. Karena itu, proses pendidikan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial, psikologis, dan kesehatan setiap siswa.
“Kita tahu bahwa penjangkauan (siswa) tidak dengan menggunakan tes akademik, tapi menggunakan pendekatan berbasis data desil 1 dan desil 2, yaitu keluarga-keluarga yang paling tidak mampu secara sosial ekonomi. Nah setelah itu dilakukan penjangkauan, diproses di daerah, ditetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat, setelah mereka ditetapkan baru dimulai tes kesehatan,” ungkapnya
Menurutnya dengan latar belakang siswa yang berbeda-beda, maka tidak mudah bagi Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk mendidik siswa.
“Maka dari itu dalam proses pembelajarannya, di samping kita melakukan pendekatan edukatif, tapi juga memberikan pendekatan rehabilitasi bagi siswa-siswa yang memerlukan layanan psikososial,” ujarnya.
Disamping adanya tantangan, sepanjang satu tahun pelaksanaan Sekolah Rakyat, para siswa juga telah mengumpulkan berbagai macam prestasi baik tingkat internasional, nasional, maupun regional.
“Namun demikian banyak potensi yang ketika menemukan satu pendampingan yang tepat, banyak prestasi yang sudah diraih. Tahun 2025 kemarin, tahun 2026 ini, sudah ribuan prestasi tingkat internasional, nasional, dan juga tingkat kabupaten, kota sampai tingkat kecamatan,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM