BerandaPemerintahGandeng EMI dan Bank Mandiri, DWP Kemensos Wadahi Kreativitas Batik Karya Penyandang...

Gandeng EMI dan Bank Mandiri, DWP Kemensos Wadahi Kreativitas Batik Karya Penyandang Disabilitas

Lukisan tidak berhenti di atas bidang gambar. Melalui tangan para desainer, motifnya hadir pada jaket, tas, tumbler, hingga koper. Begitu pula batik karya penyandang disabilitas yang diolah menjadi beragam busana dan suvenir.

Beragam contoh produk tersebut diperlihatkan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial Fatma Saifullah Yusuf didampingi Wakil Penasihat DWP Kemensos Intan Agus Jabo dalam Sosialisasi Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2026 di Mandiri University, Bandung, Selasa 13 Oktober 2026.

- Advertisement -

Turut diundang dalam kegiatan ini Vice President Bank Mandiri Area Bandung Asia Afrika Bayu Anggoro, Ketua Pengawas Entrepreneur Modest Indonesia (EMI) Atalia Praratya, Wakil Pengawas EMI Unggul Yoga Ananta, Ketua Pembina EMI Keri Lestari, Pembina EMI Susi Nugroho, Ketua EMI Hanny Lov, serta para koordinator desainer dan entrepreneur, yakni Malik Moestaram dari APPMI, Bella Hazura dari IMFD, serta Ning dan Isye dari IPBM.

Di hadapan para desainer dan pelaku usaha, Fatma menceritakan kisah pertemuan dengan penyandang disabilitas di berbagai daerah saat HDI 2025. Dari kunjungan-kunjungan itu, ia melihat karya yang dapat dikembangkan bersama dan diperkenalkan kepada lebih banyak orang.

“Jadi, lukisannya dibuat menjadi sebuah karya yang sangat indah,” tutur Fatma di atas podium mengawali penjelasan bahwa karya penyandang disabilitas bisa dimodifikasi menjadi berbagai produk, seperti tumbler, tas, dan kaus.

Fatma juga mengajak para desainer mengambil bagian dalam persiapan HDI 2026 yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada 3 Desember 2026.

“Ini adalah gambaran bahwa ternyata batik disabilitas, kalau dikombinasikan dengan tenun, dan lain sebagainya, pastinya akan jadi cantik,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, para desainer diajak mengembangkan produk dengan tetap melibatkan kemampuan penyandang disabilitas.

Di podium utama, Fatma turut bercerita tentang para pembatik dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) di Surabaya dan Sidoarjo. Latihan menjadi bagian dari proses mereka mengembangkan keterampilan, dari batik ciprat hingga batik tulis.

“Awalnya hanya biasa-biasa saja, tetapi sekarang, alhamdulillah, sudah bisa membuat batik yang bagus, yaitu batik tulis,” katanya.

Untuk HDI 2026, produk para desainer akan kembali melalui proses kurasi. Fatma turut mengingatkan agar ukuran busana dan pilihan harga mempertimbangkan kebutuhan calon pembeli yang beragam.

Ajakan kolaborasi tersebut mendapat tanggapan positif dari Ketua Entrepreneur Modest Indonesia (EMI) Hanny Lov. Dalam sambutannya, Hanny menyampaikan apresiasi atas kesempatan bagi para desainer dan pelaku usaha untuk berpartisipasi mendukung HDI.

“Kami percaya bahwa keberagaman bukanlah batasan, melainkan kekuatan. Setiap individu memiliki potensi, kreativitas, dan kemampuan untuk berkarya apabila diberikan ruang yang tepat,” ujar Hanny.

Sambutan juga disampaikan oleh Vice President Bank Mandiri Area Bandung Asia Afrika Bayu Anggoro. Ia menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar.

Usai paparan dan foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan koordinator desainer dan entrepreneur. Fatma bersama jajaran kemudian melihat produk yang dipajang dan berdiskusi dengan para desainer mengenai koleksi yang disiapkan.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Fatma didampingi Intan Agus Jabo, desainer Jeny Tjahyawati dan Elok Re Napio, serta jajaran DWP Kemensos dari Bidang Sosial Budaya, Kepala Sentra Abiyoso Cimahi, dan Ketua DWP Sentra Wyata Guna Bandung.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM