Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Anggaran Untuk Pendidikan Islam Sebanyak 52 Triliun

Memahami Titik Berangkat 
Tahun 2020 ini merupakan tahun pertama dari pelaksanaan Renstra 2020-2024 yang kebetulan bersamaan dengan terjadi pandemi covid-19. Beberapa langkah penting yang disusun secara berjenjang untuk pelaksanaan renstra sedikit terganggu karena ada hal-hal yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Namun demikian, hal ini belum terlambat untuk dilakukan penyesuaian-penyesuaian.

Fenomena yang sangat menarik dari akibat pandemi ini adalah terbengkalainya sarana-sarana fisik. Dari awal terjadi pandemi hingga saat ini, kalau kita perhatikan sepanjang perkotaan di mana-mana, berapa mal yang tutup, restoran yang mangkrak dan pelbagai bangunan mentereng kini menjadi sepi, tidak ada aktivitas dan banyak ditinggalkan penghuni. Tidak terkecuali dunia pendidikan. Berapa sekolah dan kampus kini beralih menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring), on-line dan memanfaatkan dunia digital. Akibatnya, bisa kita saksikan gedung-gedung megah yang selama ini menjadi kebanggaan lembaga menjadi sunyi lengang tidak ada murid atau mahasiswa. Kondisi seperti inilah yang seharusnya kita baca dan jadikan pertimbangan untuk mengelola dan menyelenggarakan pendidikan yang akan datang.

- Advertisement -

Kita harus benar-benar holistik membaca fenomena dan peristiwa yang terjadi saat ini sebagai titik berangkat (point of departure) menuju lima tahun untuk menjalankan renstra ke depan. Anggaran yang cukup besar dialokasikan di tahun pertama ini ternyata baru untuk memenuhi belanja pegawai. Tiap tahun kita masih disibukkan dengan pemenuhan hutang serta pembayaran tunjangan sertifikasi dan selisih tunjangan kinerja guru dan dosen. Meski ini juga bisa dikaitkan dengan kualitas pendidikan tetapi secara subtansial belum bisa langsung memenuhi kebutuhan-kebutuhan peserta didik ke arah pengembangan diri, melayani keragaman kecerdasan dan pelbagai potensi yang dimiliki.

Melihat pelbagai fakta saat ini, kita harus berani fokus terhadap hal-hal yang esensial yang dibutuhkan dalam peningkatan kualitas pendidikan khususnya untuk pemenuhan peserta didik. Sebagaimana kita ketahui yang sangat esensial dalam proses pendidikan ini terkait dengan pendidik, peserta didik dan bahan ajar yang dibutuhkan untuk mendukung pemenuhan peserta didik. Untuk itu kita harus sudah bisa memulai membatasi kebutuhan-kebutuhan sekunder pendidikan seperti pembangunan ruang kelas, gedung serbaguna dan pengadaan fisik lainnya yang tidak ada hubungannya langsung langkah inovatif peningkatan mutu pendidikan. Langkah ini harus betul-betul disadari oleh para pengelola dan pengambil kebijakan agar tidak terjadi fasilitas-fasiltas mangkrak yang menelan anggaran cukup besar dan hanya untuk prstise dan bukan prestasi. Prestise-prsetise yang tidak membawa dampak prestasi ini pada akhirnya hanya akan menimbulkan frustasi.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru