Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Arung Jeram Lumbis, Terobosan Wisata Baru di Daerah Perbatasan RI-Malaysia

SuaraPemerintah.id – Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kalimantan Utara, tengah mengembangkan objek wisata arung jeram dan jetski giram. Sejak dioperasikan Agustus lalu, lokasi wisata di Lumbis tersebut semakin diminati wisatawan. Bahkan wisman dari negeri jiran Malaysia juga banyak yang datang karena lokasinya yang dekat di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Plt Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis, S.Sos, mengungkapkan, baru-baru ini puluhan wisatawan mancanegara (wisman) dari wilayah Tawau, Kota Kinabalu dan Keningau, berkunjung ke Lumbis Pansiangan untuk menjajal arung jeram dan jetski giram.

- Advertisement -

“Hal yang menarik perhatian saya, dalam sehari, ada perputaran uang di masyarakat sekitar RM 7.000 (Ringgit Malaysia). Kalau dikurskan ke rupiah, nilanya mencapai Rp 25 juta,” ungkap Lumbis kepada media ini.

Meski tidak menginap di Lumbis Pansiangan, puluhan wisman tersebut menikmati seluruh fasilitas yang disediakan masyarakat. Di antaranya, bermain arung jarum, makan bersama di balai adat, berswafoto dengan anak-anak berpakaian adat dan membeli ikan tangkapan nelayan setempat untuk dibawa pulang ke Malaysia.

- Advertisement -

Wisatawan yang ingin menikmati wisata arung jeram Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, di perbatasan RI – Malaysia dapat memilih lima paket yang ditawarkan.

Plt. Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis mengatakan bahwa anjungan (Pulungan Kadila) Labang menjadi starting point sebagai titik awal penempatan perahu (tempat penyewaan perahu). Ada lima pilihan Paket Beautiful Trip Lumbis Pansiangan Adventure. Yaitu, paket panjang jalur 1 jam, paket panjang jalur 2 jam, paket panjang jalur 3 jam, paket jumbo 4 jam dan paket kilat/short path.

Ia mengungkapkan, para wisatawan dijamin bermain rafting sepuas-puasnya. Disepanjang perjalanan adrenaline akan turun-naik. Dan sepanjang jalur juga, mata akan dimanjakan dengan panorama alam yang begitu indah, dengan hutan masih asri.

“Yang paling maknyus lagi, selepas main rafting, bisa membawa pulang ikan palian, karena di sepanjang jalur banyak masyarakat yang menjual ikan palian dan ikan paten. Ikan yang terkenal enak dan gurih, “ ujar Lumbis, Senin (7/9).

Dia menjelaskan untuk sampai di Desa Labang Kecamatan Lumbis Pansiangan, ada beberapa pilihan rute. Jalur dari arah Indonesia, Jakarta – Tarakan, dapat melalui Kabupaten Nunukan atau Kabupaten Malinau.

Kemudian, lanjut dia, dari Kabupaten Nunukan, pilihannya lewat jalur Seimenggaris, melewati Kecamatan Tulin Onsoi, Lumbis dan Labang. Atau jalur Sebuku langsung menuju Lumbis dan Labang. Apabila dari Nunukan, perjalanannya akan di tempuh dengan jalur laut, sungai dan darat. Sedangkan jika melewati jalur Malinau, bisa melalui jalur darat ke Kecamatan Lumbis ke Labang.

“Jadi startnya pasti di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis. Dari Mansalong menaiki transportasi sungai menuju Desa Labang. Lalu dari jalur Sabah Malaysia, melewati Kota Kinabalu, Keningau, Nabawan, Sepulut dan Salung,” pungkasnya

Mendorong Perekonomian Daerah

Lumbis mengungkapkan bahwa makin ramainya wisata arung jeram di Lumbis telah memberikan efek yang positif terhadap perekonomian masyarakat di daerah tersebut.

“Saya secara khusus mendata pendapatan masyarakat saat itu. Saya ingin memastikan efek ekonomi yang diciptakan melalui destinasi wisata ini. Tentu hal yang menggembirakan saat banyak masyarakat mengaku memperoleh sejumlah uang dari menjual hasil kerajinan tangan, menyiapkan makanan dan menjual hasil tangkapan ikan jenis pelian,” imbuh Lumbis.

Keberadaan arung jeram di Lumbis Pansiangan memang cukup memberi dampak terhadap desa-desa di kecamatan tersebut. Aliran sungai yang dikelilingi giram-giram eksotik, melewati Desa Langgason, Labang, Panas dan Desa Sumentobol. Peserta rafting juga dapat beristirahat di puluhan home stay yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat.

Dikatakan Lumbis, semangat menciptakan destinasi wisata di Lumbis Pansiangan lebih kepada mendorong tumbuhnya potensi-potensi ekonomi baru bagi masyarakat di perbatasan. Berbagai jenis usaha wisata sedang diperkenalkan kepada masyarakat setempat. Melalui edukasi berkala, masyarakat ke depannya lebih sadar terhadap peluang ekonomi dari sektor ini.

“Masyarakat di kawasan wisata harus menciptakan peluang-peluang ekonomi. Begitu banyak di Lumbis Pansiangan ini yang dapat menjadi sumber ekonomi baru. Apalagi, dana desa (DD) yang digelontorkan pemerintah pusat, akan segera difokuskan untuk membangun desa wisata di berbagai daerah di Tanah Air,” sebut Lumbis.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru