SuaraPemerintah.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat tegas soal pemberantasan korupsi, terutama di wilayahnya Jawa tengah. Dia menyatakan akan menindak tegas, bahkan langsung memecat dan menyeret ke KPK siapapun yang berani korupsi di Jawa Tengah.
Apalagi korupsi yang terkait dengan penanganan COVID-19, Ganjar tidak akan pandang bulu untuk menindak tegas. Hal tersebut pernah ia sampaikan saat menghadiri acara pertemuan paguyuban warga Jateng beberapa waktu lalu.
“Apabila ditemukan ada pihak yang melakukan korupsi di Jawa Tengah (Jateng), saat penanganan Covid-19, maka pihak itu akan langsung dipecat dan diseret ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ucap tegas Ganjar.
Menurut Ganjar, tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan pandemi untuk mencari kesempatan memperkaya diri sendiri, apalagi ia seorang pemimpin.
“Tidak boleh hari ini ada pemimpin yang mikir duit, apalagi mikir korupsi dan dodolan (jualan). Meski semuanya serba dilonggarkan, jangan sampai kita mengambil kesempatan dalam kesempitan,” katanya.
Ganjar menegaskan bahwa ia sangat serius terkait persoalan ini. Ia sudah mengingatkan, minimal untuk mereka di Jateng, agar selalu menjaga integritas dalam penanganan Covid-19.
“Saya kenceng betul soal ini dan saya sudah ingatkan, minimal yang ada di Jawa Tengah, kalau ada diantara panjenengan yang korupsi pengadaan, ngemplang, njupuk duit (ambil uang) dan sebagainya, langsung tak pecat terus tak terke ning KPK (langsung saya pecat dan saya antar ke KPK),” tegasnya.
Ganjar minta semua pemimpin daerah mendukung upaya pencegahan ini. Meski kondisi darurat dan banyak kelonggaran, semua harus dilakukan dengan baik dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang ada.
Pemimpin harus bertanggungjawab kepada masyarakat terhadap amanah yang diemban. Ujian paling besar para pemimpin saat ini adalah bertanggungjawab pada masyarakat.
“Kalau ada kurang-kurang sekarang, itu salah dan tanggungjawab saya dan semua pemimpin di negeri ini. Siapapun dia. Ke depan kita harus belajar dari pengalaman ini agar lebih siap,” tutupnya.
Ketegasan Ganjar Pranowo soal pemeberantasan korupsi membawa Jawa Tengah menjadi juara umum penghargaan antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korpusi (KPK). Di acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia), Jawa Tengah menyabet empat penghargaan dalam upaya pengelolaan LHKPN dan pengendalian gratifikasi terbaik dari KPK.
Untuk kategori pemerintah daerah terbaik, juara pertama diraih oleh Kabupaten Boyolali, disusul Kabupaten Banyumas di posisi kedua dan Kabupaten Banyumas di posisi ketiga. Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng menyabet penghargaan sebagai lembaga legislatif antikorupsi terbaik se-Indonesia.


.webp)

















