SuaraPemerintah.id – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia bisa jadi empat sampai lima besar ekonomi dunia. Hal tersebut disampaikan saat ia menjadi keynote speech acara Webinar Grand Design Infrastruktur Indonesia (GDII) 2055 pada Kamis, 17/12
Di webinar bertajuk ‘Harnessing Indonesian Maritime Resources for Blue Economy’ tersebut Luhut memaparkan potensi besar yang dimiliki Indonesia, terutama sektor maritim. Bagaimana kekuatan maritim nasional yang ada dieksekusi dengan baik untuk mendongkrak daya saing menjadi pokok pembahasan.
Menko Luhut mengatakan bahwa Indonesia harus offensive dalam mengeksekusi sektor maritim. Luhut menekankan pentingnya action dan eksekusi. Bagaimana peluang serta potensi maritim yang ada, perlu dijelaskan lewat kebijakan yang lebih offensive kepada pihak asing.
“Jangan sampai dianggap negara kita itu kecil,” kata Luhut, “Di 2040 atau 2045 kita bisa jadi empat sampai lima besar ekonomi dunia.”
Beberapa potensi sekaligus kekuatan maritim yang dipaparkan Luhut ialah keberadaan pantai di Indonesia dengan kawasan mangrove nya yang merupakan 75-80% kredit karbon dunia dimana Luhut menegaskan bahwa Indonesia adalah super power carbon credit.
Kemudian produk kelautan dan perikanan khususnya di kawasan Natuna yang bisa dibuatkan aquaculture. Luhut juga menyoroti kebijakan ekspor hasil laut yang menurutnya sudah sangat bagus.
“Namun sekali lagi permasalahan ada dieksekusinya,” ungkap Luhut.
Terkait eksekusi sektor maritim tersebut, Luhut menegaskan jika harus dipastikan terlebih dahulu pengelolaannya tidak berdampak pada lingkungan secara serius. Salah satunya dengan memenuhi hasil kajian lingkungan yang komprehensif, sehingga tidak meninggakkan bahaya bagi generasi mendatang.
Luhut menyatakan Kemenko Marves terbuka bagi semua pihak, khususnya para expert/akademisi dalam webinar GDII 2055 tersebut untuk memberikan masukan-masukan terkait bagaimana mengeksekusi sumber daya maritim nasional dengan baik.
Selain Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Keynote speech webinar GDII 2055 tersebut juga menghadirkan Rokhmin Dahuri selaku penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan serta sederet narasumber penting terkait sektor maritim meliputi; Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hadi Sucahyono, Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP), Hendricus Andy Simarmata, dan Pengamat Pertahanan sekaligus Dosen Universitas Pertahanan Indonesia, Connie Rahakundini Bakrie.
Grand Design Infrastruktur Indonesia 2055 (GDII2055) sendiri berisi pemikiran dari kalangan professional serta independent, asosiasi profesi dan kampus yang telah terkonsolidasi dari beragam sektor pembangunan yang mengkaitkan infrastruktur sebagai kebutuhan, baik infrastruktur sosial maupun ekonomi.
Webinar GDII kali ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang merupakan seri yang kedua, setelah seri yang pertama GDII didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS.


.webp)












