SuaraPemerintah.id – Purchasing Manager’s Index (PMI) sektor manufaktur Indonesia meningkat pada Desember 2020.
Rilis terbaru IHS Markit menunjukkan bahwa PMI sektor manufaktur Indonesia meningkat ke level 51,3 poin pada bulan Desember 2020, lebih tinggi dari PMI bulan sebelumnya yaitu sebesar 50,6 poin.
Peningkatan PMI sektor manufaktur ini mengindikasikan ekspansi aktivitas bisnis di sektor manufaktur Indonesia yang tumbuh lebih cepat pada bulan terakhir 2020.
IHS Markit menilai peningkatan PMI pada bulan Desember 2020 didorong oleh peningkatan pesanan baru selama dua bulan terakhir akibat meredanya tekanan dari pandemi Covid-19. Lebih lanjut lagi, IHS Markit juga menilai pesanan ekspor baru cenderung menurun pada Desember 2020 seiring dengan libur akhir tahun di berbagai negara tujuan utama ekspor produk manufaktur Indonesia.
Akselarasi PMI dapat berlanjut pada kuartal 1-2021.
Banyak pihak menilai PMI Indonesia dapat terus bertumbuh selama kuartal 1-2021. Hal ini sejalan dengan implementasi program vaksinasi nasional yang akan meningkatkan kepercayaan konsumen Indonesia. Kesuksesan program vaksinasi ini akan menjadi kunci penting pemulihan perekonomian Indonesia, termasuk sektor manufaktur.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan perekonomian Indonesia akan pulih pada 2021.
Hal ini sejalan dengan terkendalinya pandemi Covid-19 yang dapat mendorong normalisasi permintaan global dan domestik. Akibatnya sektor manufaktur Indonesia juga akan kembali tumbuh. Kemenperin memperkirakan perekonomian Indonesia dapat tumbuh di kisaran 4,5 – 5,5% pada 2021, dengan sektor manufaktur diperkirakan tumbuh 3,95%. (abs)
Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:


.webp)

















