SuaraPemerintah.id – Dalam mengemban tugas sebagai Menteri Sosial yang baru menggantikan Juliari Batubara, Tri Rismaharini akan mengaplikasikan kesuksesannya ketika memimpin Surabaya.
Ia akan tetap mengusung etos kerja yang tinggi. Ia pun menyebut kunci kesuksesannya karena bekerja dengan niat yang baik.
“Dalam bekerja harus dengan niat baik dan ketulusan. Tuhan tidak tutup mata dengan niat dan tindakan yang kita pilih. Tuhan akan membantu kita”, jelas Risma.
Ia juga mengenang perjuangan ketika menutup Dolly, lokalisasi prostitusi terbesar di Asia Tenggara.
Kala itu banyak yang menentang keputusannya. Risma bahkan mengaku menerima ancaman ke dirinya dan bahkan keluarga.
“Saat menutup Dolly, berat bagi saya, saya diancam dibunuh. Setiap sore ada ular di depan rumah. Ada warga menuntut Rp 1 triliun, ya saya ikuti semuanya. Tapi yang bela saya warga Dolly semua, mereka masuk ke pengadilan. Warga Dolly itu sekarang senang banget,” kata Risma melanjutkan.
Hal itu diceritakan Risma sekaligus untuk memotivasi dirinya untuk bisa bekerja bersungguh-sungguh dalam bekerja sebagai Menteri Sosial.
Seperti diketahui, salah satu tugas Menteri Sosial adalah merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan di bidang rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin.
Oleh karena itu, Risma mengakui saat tugas Mensos telah diembannya, dia ingin mengaplikasikan beberapa program yang sebelumnya juga telah dijalankan saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya periode 2010-2020.
Risma mengakui tidak akan mengubah pola kerjanya sepe untuk bisa bekerja secara efisien untuk bisa menekan biaya operasional kepegawaiannya.
Menurutnya ini dilakukan agar biaya operasional yang terkesan untuk dihambur-hamburkan itu bisa dialokasikan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
“Jangan kaget kalau saya datang pagi sekali. Tidak apa-apa kalau teman-teman datangnya agak terlambat. Saya suka berangkat pagi, pulang paling malam. Jadi jangan sungkan kalau sudah waktunya pulang, ya pulang tidak apa-apa,” ujarnya.
“Kalau bisa, biaya bisa efisien di kantor ini, sehingga sisanya bisa kita gunakan untuk menolong orang lain. Ayo mulai sekarang kita niatkan berbuat lebih banyak lagi kebaikan-kebaikan supaya Tuhan juga memberikan perhatian ke kita, karena kita selalu berbuat baik,” tuturnya.


.webp)
















