SuaraPemerintah.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin memastikan Gerakan Nasional Wakaf Tunai start pekan depan. Keputusan tersebut diambil setelah melakukan pertemuan virtual dengan jajaran direksi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Rabu (20/1/2021)
Dalam pertemuan secara virtual itu, dibahas persiapan peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Tunai.
Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan “Tadinya (peluncurannya) besok (Kamis, 21/1/2021), jadi persiapannya hari ini. Tapi ternyata ditunda, jadi Senin peluncurannya. Jadi tadi hanya diskusi,” kata Masduki.
Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan meresmikan peluncuran tersebut. Gerakan Nasional Wakaf Tunai ini diinisiasi Wapres Ma’ruf dan telah disetujui oleh Presiden Jokowi.
“Saya sudah bicara dengan Presiden. Presiden setuju kita akan melakukan gerakan nasional wakaf tunai,” ujar Ma’ruf dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional 2020.
Sebelumnya, Ma’ruf pernah mengatakan, potensi wakaf di Indonesia saat ini masih terbatas pada tujuan sosial.
Menurut Sistem Informasi Wakaf Kementerian Agama RI tahun 2019, kata Ma’ruf, pengelolaan wakaf yang sebagian besar terdiri dari aset tidak bergerak, belum banyak diarahkan untuk kegiatan produktif.
Padahal, kata dia, wakaf sebenarnya tidak harus berupa benda tidak bergerak seperti tanah, tapi bisa juga berupa uang dan surat berharga.
“Ada jenis wakaf yang disebut sebagai wakaf tunai. Wakaf jenis ini masih belum dikenal di Indonesia, karena selama ini wakaf hanya dipahami sebatas wakaf tanah,” kata dia.
Wapres Ma’ruf juga pernah menyampaikan, upaya pengembangan wakaf ini dalam jangka panjang bertujuan untuk membangun kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, diperlukan pengelolaan dana wakaf yang baik agar tujuan mulia pengembangan wakaf ini dapat betul-betul dirasakan oleh masyarakat.
“Gerakan sedang dipikirkan, ketika sudah kumpul dana itu juga manajemen pengelolaannya juga (harus baik, red) supaya ada kepercayaan, ada trust, dari masyarakat bahwa dananya akan terkelola dengan baik. Ini salah satu upaya kita dalam pengembangan. Karena memamng dana wakaf mejadi salah satu instrumen dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga pernah menerangkan dan setuju dengan Wapres, potensi wakaf di Indonesia dahulu seringkali dapat diakses oleh masyarakat atau institusi kelas menengah dan atas.
Namun sekarang dengan adanya instrumen baru wakaf berupa tunai dan surat berharga, diharapkan dapat menyasar individu, salah satunya generasi milenial.


.webp)











