Wednesday, March 3, 2021

Konsisten Bina Kerajinan Lokal, GKR Hemas Raih Penghargaan International Craft Awards

SuaraPemerintah.id – Selama 23 tahun menjabat sebagai Ketua Dekranasda DIY sejak tahun 1998, GKR Hemas dinilai memiliki kiprah, konsistensi, dan perhatian yang begitu besar pada pengembangan produk kerajinan lokal di DIY.

Di bawah kepemimpinan GKR Hemas, kerajinan di DIY terus naik kelas tanpa kehilangan nilai lokal dan filosofinya.

Atas peran tersebut, GKR Hemas mendapatkan penghargaan dari International Craft Awards (ICA) untuk kategori Craft Icon of The Year 2020. Agenda penyerahan piagam penghargaan digelar secara langsung di Gedung British Council, New Delhi, India, Minggu (21/02) pukul 19.00 waktu India.

Penghargaan diserahkan oleh Convenor International Craft Awards, Profesor Somesh Singh, kepada Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI New Delhi, Ferdy Piay, mewakili GKR Hemas.

ICA sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar sejak tahun 2017. Tujuannya adalah memberikan apresiasi bagi perseorangan, perusahaan, atau pun organisasi dari seluruh dunia yang dinilai memiliki inovasi atau berjasa besar terhadap pengembangan industri kerajinan. Untuk periode tahun 2020, terdapat 10 kategori penghargaan yang diberikan.

Pada sambutan yang disampaikan secara virtual, GKR Hemas mengungkapkan jika penghargaan yang diterima akan menjadi penyemangat untuk terus membina kerajinan di Indonesia.

GKR Hemas lantas menyebut bahwa diraihnya penghargaan tersebut juga tak lepas dari predikat istimewa yang melekat pada Yogyakarta.

“Yogyakarta adalah daerah istimewa yang memiliki ciri khas dalam sejarah, pendidikan, kebudayaan, seni kerajinan, dan pariwisata. Batik yang merupakan kain tradisional Indonesia khususnya Jawa mengandung makna yakni doa dan harapan. Dengan latar belakang Yogyakarta yang awalnya merupakan kerajaan, tradisi ini sudah mandarah daging di kehidupan masyarakatnya. Saya berharap kerajinan dunia tetap lestari,” jelas istri Gubernur DIY ini.

Direktur Eksekutif Dekranasda DIY, Ronni Guritno, SH., menuturkan bahwa awal mulanya, GKR Hemas diusulkan langsung oleh World Craft Council (WCC).

“WCC sebagai mitra Dekranasda DIY, melihat perhatian Ibu Ratu sangat luar biasa dalam mengembangkan industri kerajinan di Yogyakarta. Salah satu produk agenda hasil inisiasi Ibu Ratu itu Jogja International Batik Biennale dan Jogja Batik City,” jelas Ronni.

Ia menambahkan untuk proses seleksi dokumen penghargaan sudah dilaksanakan sejak Agustus 2020. “Baru pada Selasa (26/01) tahun 2021, diumumkan kalau Ibu Ratu menjadi salah satu dari 16 penerima penghargaan,” terangnya.

Di samping itu, menurut Ronni, GKR Hemas juga dianggap berperan aktif dalam memberikan masukan kepada pengampu kebijakan DIY dalam kaitannya menaikkan kemakmuran seniman kerajinan.

“Salah satunya adalah mengusulkan regulasi agar tempat publik di DIY seperti hotel, restoran, atau tempat wisata bisa menjual produk kerajinan lokal,” ungkap Ronni.

Selain GKR Hemas, terdapat satu organisasi penerima penghargaan ICA yang juga berasal dari Indonesia yakni Association of Exporters and Producers of Handicraft Indonesia (ASEPHI).

Adapun untuk penerima penghargaan lainnya berasal dari Uni Emirat Arab, Palestina, Malaysia, India, Kazakhstan, Iran, dan Sri Lanka.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,540FansLike
419FollowersFollow
22FollowersFollow
220SubscribersSubscribe

Terpopuler

Suara Rilis

Suara Tokoh