SuaraPemerintah.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan gelar vaksinasi Covid-19 untuk kalangan lanjut usia (lansia) yang berusia 60 tahun lebih dimulai Senin, 8 Februari 2021. Target awalnya menyasar kalangan tenaga kesehatan yang berjumlah sekitar 11.600 orang se-Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, 47,3 persen pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia merupakan lansia di atas 60 tahun. Dari data tersebut, sekitar 15.023 lansia meninggal dunia karena Covid-19 dari total 31.763 pasien meninggal di Tanah Air hingga Senin (8/2).
“47,3 Persen kasus positif Covid-19 meninggal kelompok umur lebih dari atau sama dengan 60 tahun,” demikian laporan Kementerian Kesehatan melalui covid19.go.id pada Selasa (9/2).
Budi mengatakan alasan pemerintah menggelar vaksinasi massal untuk kalangan lansia ini karena mereka tergolong berisiko tinggi.
“Dan bisa fatal kalau kena Covid-19,” katanya lewat daring, Ahad, 7 Februari 2021.
Seperti di luar negeri, menurutnya, setelah vaksinasi kalangan tenaga kesehatan dilanjutkan bagi populasi lansia.
Kondisinya dari satu jutaan kasus positif Covid-19 di Indonesia, ada sekitar 10 persen yang merupakan pasien lansia. Kementerian Kesehatan kini masih menghitung jumlah lansia umum.
“Yang meninggal karena Covid-19 sebanyak 50 persen dari yang terkena itu,” katanya.
Karena itu setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) CoronaVac buatan Sinovac, pemerintah langsung menggelar vaksinasi massal untuk lansia tenaga kesehatan yang dijadwalkan mulai Senin pukul 09.00 WIB.
Kementerian Kesehatan, telah membuat petunjuk teknis vaksinasi lansia dan menginformasikannya ke jajaran di lapangan. Pihak nakes juga sudah berkonsultasi dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).
“Secara prinsip screening-nya sama dan ada yang lebih didetailkan lagi karena makin lanjut usia makin banyak penyakit, biasanya begitu,” kata Budi.
Dia berharap vaksinasi ini bisa mengurangi kondisi berat lansia yang terpapar Covid-19 sekaligus mengikis tanggungan beban tenaga kesehatan di rumah sakit.
Sementara itu, menurut Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Muhammad Kamaruzzaman, vaksinasi bagi tenaga kesehatan lansia belum dimulai hari ini. “Saat ini baru pendataan, vaksinasi mulai besok,” ujarnya Senin.
Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan vaksinasi ke populasi lansia yang berisiko tinggi harus dilakukan secara hati-hati karena faktor komorbid atau penyakit penyerta. “Karena itu proses screening (penyaringan) menjadi penting untuk persetujuan vaksinasi,” ujarnya lewat keterangan secara daring, Ahad.
Badan POM, menurut Penny, sudah mengeluarkan informasi yang dapat digunakan tenaga kesehatan dan vaksinator dalam penyaringan lansia sebelum vaksinasi. Manajemen risiko juga menurutnya harus dilaksanakan sebaik-baiknya jika ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).
Bagi lansia yang berumur 70 tahun lebih, menurut Penny, perlu ada pertimbangan khusus dan pendampingan dari dokter saat penyaringan.
“Bukan dilarang untuk yang di atas 70 tahun, tapi data yang kami terima sampai usia 70 tahun,” ujarnya.
Vaksinasi lansia sesuai data subyek uji klinis fase tiga atau akhir di Brasil diikuti relawan berusia 59-70 tahun. (red/ami)


.webp)











