Sunday, April 18, 2021

Bangun Makassar New Port, Pelindo Siap Gandeng Swasta

SuaraPemerintah.id – Makassar New Port (MNP) yang digadang-gadang akan menjadi terminal utama Indonesia Timur akan dibangun PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

Pelindo IV juga akan menggandeng pihak swasta atau investor potensial untuk mengembangkan ekosistem bisnis logistik atau pelabuhan sehat di Makassar tersebut.

“Jadi konsep pelabuhan MNP ini terintegrasi dengan kawasan industri. Maka dari itu, kita akan mengoptimalkan potensi kerja sama untuk menciptakan eksosistem bisnis logistik atau pelabuhan yang lebih sehat dengan menggandeng pihak-pihak swasta atau potensial investor. Sehingga MNP diharapkan menjadi main terminal,” kata DVP of Strategic Planning, Research and Development PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Andar Irwansyah pekan ini.

Andar menambahkan bahwa pembangunan MNP secara perizinan sudah selesai baik yang berkaitan dengan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) maupun yang berkaitan dengan master plan atau rencana induk pelabuhan.

Hal tersebut juga tidak lepas dari dukungan Kementerian Perhubungan (Kemhub) yang sudah memberikan perizinan yang terbaik.

Dengan demikian, kalau ditinjau dari perspektif sistem logistik nasional kehadiran pelabuhan ini akan menjadi hub untuk konsolidasi kargo di Indonesia Timur maupun mengeksplor potensi pelayanan dari Bau-Bau di wilayah Australia menuju Asia Timur karena letak Makassar strategis menghubungkan region tersebut.

“Saya rasa, ini butuh effort besar dan Pelindo dalam penjajakan dengan calon mitra strategis. Mudah-mudahan, rencana ini bisa teealisasisi sebagaimana mestinya,” kata Andar.

Menurut dia, salah satu kenggulan MNP yaitu dari sisi kedalaman yang sudah dirancang mencapai kedalaman minus 16 meter dan akan terus dikembangkan hingga minus 20 serta dapat disinggahi oleh kapal besar. Begitu juga dengan supra strukturnya yang sudah disiapkan untuk ship to ship (STS).

Sementara terminal Maskassar yang eksisting akan dipindahkan bertahap karena MNP tahap 1A sudah beroperasi sejak 2018 lalu dengan panjang dermaga sekitar 360 meter.

Pada tahun 2020 lalu sudah mampu menampung kargo kontainer sekitar 130 ribu teus atau meningkat sekitar 40% dari tahun sebelumnya.

Genjot Pembangunan Fisik

Selain itu, MNP juga didesain untuk melayani kontainer termasuk menjadi area untuk general cargo yang diproyeksikan menangani kargo yang terkait dengan kawasan industri. Sebagai pelabuhan, MNP sudah bisa dijalankan.

“Tahapan 1A sudah operasional. Sekarang kita sedang menggenjot progres fisik 1B ke 1C dengan panjang dermaga keseluruhan mencapai 1.000 meter. Di sampingnya juga ada 800 meter yang sebagian digunakan bersama untuk peti kemas dan general cargo untuk muatan curah,” tambahnya.

Andar berharap, MNP dapat terkoneksi dengan Jalan Tol Trans Sulawesi sehingga dapat terkoneksi ke seluruh wilayah Sulawesi sekaligus tersambung dengan rel kereta api yang sedang dibangun.

Lebih jauh, perusahaan Pelindo juga tidak melupakan untuk membangun konektivitas di wilayah Papua dan Ambon. Ia melaporkan, saat ini Ambon New Port sedang dalam pembahasan intensif dengan Kemhub untuk calon mitra strategis.

Sejalan dengan Kemenhub akan dilakukan juga penataan sistem logisitik di wilayah Papua khususnya di pelabuhan-pelabuhan kecil untuk mendukung keberadaan Ambon New Port sebagai pelabuhan terintegrasi antara peti kemas dan produk-produk perikanan karena potensi perikanan sangat besar di wailayah Maluku dan sekitarnya. “Jadi, persoalan logistik di Papua ini akan dikonsolidasikan di Ambon New Port ini,” tutupnya.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,540FansLike
419FollowersFollow
22FollowersFollow
279SubscribersSubscribe

Terpopuler

Suara Rilis

GPR Milenial

Suara Tokoh