Jumat, Juni 25, 2021

Gubernur Anies Targetkan 100 Bus Listrik Transjakarta Beroperasi Tahun Ini

SuaraPemerintah.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan, 100 bus listrik Transjakarta akan beroperasi tahun ini. Hal ini merupakan bagian dari upaya elektrifikasi transportasi dan kendaraan secara umum di Jakarta.

“DKI Jakarta sendiri, kita berencana tahun ini mulai dengan 100 unit Trasjakarta yang menggunakan tenaga listrik,” kata Anies dalam video yang ditayangkan dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (17/3/2021).

Anies mengatakan, salah satu persoalan DKI Jakarta saat ini adalah polusi udara yang diakibatkan asap kendaraan di Ibu Kota.

Anies menilai, bus listrik merupakan solusi yang tepat untuk membebaskan Jakarta dari emisi berbahaya akibat polusi bahan bakar fosil.

“Transportasi listrik menjadi salah satu solusi yang layak untuk dibahas, dipertimbangkan, dan kita semua sedang menuju kepada model transportasi bebas emisi, salah satunya berbasis listrik,” kata Gubernur Anies.

Anies berharap keberadaan bus listrik Transjakarta bisa mendorong pihak lain untuk memproduksikan bus listrik. Pemprov DKI akan berupaya mendukung dengan memberikan berbagai insentif.

“Tentu insentif-insentif pajak yang diberikan kepada pengguna kendaraan berbasis listrik,” kata Anies. Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo menambahkan, pihaknya sudah melakukan proses elektrifikasi armada Transjakarta sejak tahun 2019.

Proses elektrifikasi tersebut merupakan bagian dari perwujudan program Jakarta bebas emisi atau yang dikenal dengan program Jakarta Langit Biru.

“Nah, harapan kami pada saat ulang tahun Jakarta nanti, kami memberikan hadiah ulang tahun untuk Jakarta paling tidak minimum 20-30 unit bus listrik bisa kita operasikan per Juni 2021,” kata Johny.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan, tarif penumpang bus listrik Transjakarta juga tidak ada perubahan.

“Tentu polanya jika itu digunakan di koridor Transjakarta, tarifnya akan sama saat ini Rp 3.500. Jadi artinya selama pendekatan tarif dalam koridor Transjakarta itu akan mengikuti,” kata Syafrin saat dikonfirmasi, Rabu (10/3/2021).

Kendati begitu, dia mengatakan untuk biaya dari PT Transjakarta ke pihak operator bus listrik belum ditentukan.

Selama ini pihak Transjakarta menggunakan skema rupiah per kilometer untuk menentukan biaya operasional bus yang dioperasikan oleh operator. Sedangkan biaya bus listrik per kilometer berbeda dengan bus dengan bahan bakar fosil atau mineral.

“Tentu komponen biaya operasional kendaraannya itu akan dihitung secara cermat oleh rekan-rekan di Badan Pengelola Barang dan Jasa DKI Jakarta,” jelas dia.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
331PelangganBerlangganan

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

Suara Rilis

GPR Milenial

Suara Tokoh