Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Holding BUMN Baterai Listrik Bernama PT Industri Baterai Indonesia

SuaraPemerintah.id – Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/ EV Battery) Agus Tjahajana mengatakan, pembentukan Holding BUMN baterai listrik ditargetkan segera rampung pada Juni 2021 dengan nama PT Industri Baterai Indonesia (IBI).

“Namanya sudah ada walaupun belum ada aktanya. Target dari Pak Wakil Menteri paling tidak Juni sudah lahir. Tapi dari progresnya saya pikir bisa lebih cepat karena kemarin kita sudah rapat dan sudah sepakat,” ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (4/3/2021).

- Advertisement -

Agus melanjutkan, pengembangan PT IBI ini melibatkan empat perusahaan BUMN, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan porsi kepemilikan masing-masing 25%. “Kira-kira sharenya masing-masing seperempat,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, rencana investasi yang akan dilakukan bergantung pada kapasitas baterai yang diproduksi. Dia memperkirakan dengan kapasitas produksi 30 GW hingga tahun 2030 dibutuhkan investasi sebesar USD13 miliar.

- Advertisement -

Selanjutnya, apabila kapasitas sudah terpenuhi 70% maka investasi akan mencapai USD17 miliar dengan kapasitas sebesar 195 GW.

“Untuk membuat kapasitas 195 GW maka dibutuhkan sekitar 150.000 ton nikel per tahun. Kami masih berbicara dengan serius dengan mitra-mitra kami terkait kapan dan berapa besarnya. Itulah yang nanti akan menentukan totalnya kalau terlaksana,” tuturnya.

Agu menambahkan hingga 2026-2027, investasi yang diperlukan bisa mencapai USD 13 miliar untuk kapasitas produksi hingga 30 Giga Watt per hour (GWh). Adapun, kapasitas tertinggi produksi baterai listrik ini bisa mencapai 140 GWh.

“Tahap pertama kita menghendaki di 30 GWh, sekitar tahun 2026-2027. Untuk 30 GWh, kira-kira USD 13 miliar,” ujar Agus dalam siaran langsung di televisi swasta, Kamis (4/3).

Ketika tahap pertama sudah terlaksana, maka secara berangsur kapasitasnya akan naik hingga 140 GWh di tahun 2030 dengan nilai investasi mencapai USD 17 miliar.

Investasi ini tentunya akan menggandeng mitra dari luar negeri. Pihaknya masih membicarakan rinciannya dengan mitra kerja.

Adapun, holding BUMN baterai listrik yang akan mengelola ekosistem ini akan segera rampung.

“Target dari Pak Wakil Menteri paling tidak Juni ini paling tidak sudah lahir. Itu paling telat, tapi kalau lihat dari progres mungkin bisa lebih cepat karena sudah dilakukan, kemarin kita rapat dan itu sudah sepakat,” ujar Agus.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru