SuaraPemerintah.id – Seiring adanya pandemi Covid-19 membuat seluruh negara termasuk Indonesia merasakan dampak krisis ekonomi.
Terkait hal itu, Kelapa Staf Kepresidendan (KSP) Moeldoko mengatakan Indonesia bisa bangkit dari krisis ekonomi selepas masa pandemi Covid-19 pada 2045.
Dalam pelantikan yang mengusung tema “Potret Kepemimpinan Masa Depan Menyongsong Tahun 2045” bertempat di Jakarta.
Moeldoko yang di dampingi Deputi III kantor staf presiden dan beberapa jajaran menyebut upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk menuju Indonesia Negara Maju 2045 harus dimulai dari sekarang.
Moeldoko menegaskan, untuk mampu keluar dari krisis, dan sekaligus menjaga agar negara kita tetap berada di jalur yang benar untuk mewjudkan Visi Indonesia Maju 2045, diperlukan koordinasi yang baik dari setiap instansi dan lembaga terkait untuk bersama-sama mengatasi pandemi dan sekaligus memulihkan perekonomian.
Maka, diperlukan kepemimpinan yang kuat, tegas, berani mengambil keputusan, serta mau mendengar, yang didukung analisis memadai dari bawahan, dari akademisi, praktisi dan komponen masyarakat lainnya.
“Terutama bagi mahasiswa. Karena masa depan ada di tangan kalian. Siapkanlah diri sebaik-baiknya melalui berbagai kegiatan untuk mengisi proses leadership sehingga bisa memahami situasi, termasuk melakukan asesmen terhadap faktor-faktor internal maupun eksternal,” imbuh Moeldoko.
Indonesia mempunyai cita-cita untuk menjadi negara maju di tahun 2045. Terutama dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2045 dengan pendapatan per kapita lebih dari US$23.000 dari posisi tahun 2020 sebesar US$3.912.
“Untuk mencapainya target itu, diperlukan pertumbuhan ekonomi yang konsisten antara 5,7% sampai 6,2% per tahun,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat menjadi pembicara Pelatihan Kepemimpinan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) secara daring dari Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (7/4).
Karena jika tidak, maka target tersebut akan sulit dicapai dan Indonesia akan terjebak dalam middle income trap, menjadi negara berpendapatan menengah, tetapi tidak kunjung beranjak menjadi negara maju. “Hal itu telah dialami oleh beberapa negara. Kita tidak ingin seperti itu. Ditargetkan pada tahun 2036 kita akan keluar dari “middle income trap” dengan pendapatan per kapita lebih dari US$12.000,” jelas Moeldoko.
Moeldoko menyadari, untuk mewujudkan mimpi atau cita-cita tersebut tentu tidak mudah karena selalu ada hambatan dan tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah pandemi Covid-19.
Moeldoko juga menerangkan, covid-19 telah membawa Indonesia dan semua negara kedalam situasi krisis dengan skala paling tinggi. Sehingga membawa semangat baru untuk merubah dunia selepas adanya masa pandemi Covid-19.
Pemerintah sejak tahun lalu juga sudah melakukan pemulihan ekonomi dengan mengambil kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencakup pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi dengan memberikan dana dari sisi penawaran dan dari sisi permintaan.
Pada tahun 2020 anggaran PEN sebesar Rp.695 triliun. sementara di tahun 2021 anggaran PEN mencapai Rp.699,4 triliun.
“Angka ini dinamis, dalam arti masih bisa berubah sesuai perkembangan dan kebutuhan, untuk program PEN 2021 yang meliputi lima kluster yaitu Kesehatan, Perlindungan Sosial, Dukungan UMKM dan Korporasi, Insentif Usaha, dan Program Prioritas,” imbuh Moeldoko.
Satu hal lain yang sangat penting, Moeldoko menekankan pentingnya perhatian terhadap potensi ancaman ideologi. Menurut Moeldoko, ancaman tersebut nyata, dan dapat mengancam keutuhan negara dan stabilitas sosial-politik. Karena tanpa stabilitas sosial-politik, proses pembangunan tidak bisa berjalan dengan baik.






