Selasa, Agustus 3, 2021
spot_img

Presiden Ingatkan Semua Penanganan Pandemi Butuh Kesamaan Frekuensi

SuaraPemerintah.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan semua pihak bahwa penanganan pandemi membutuhkan kesamaan frekuensi baik di tataran lembaga negara, maupun di tingkat pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Membutuhkan kesamaan frekuensi, baik di tataran lembaga negara dan seluruh jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2020 dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2020, serta Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2020 secara virtual di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 25 Juni 2021.

“Saya ingin mengingatkan kepada kita semua, bahwa pandemi belum berakhir. Kita harus waspada, dan situasi yang kita hadapi masih dalam situasi extraordinary yang harus direspon dengan kebijakan yang cepat dan tepat, yang membutuhkan kesamaan frekuensi oleh kita semua, baik di tataran lembaga negara dan seluruh jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan sejak pandemi muncul di 2020 pemerintah sudah melakukan langkah-langkah luar biasa termasuk dengan perubahan APBN, refocusing dan realokasi anggaran di seluruh jenjang pemerintahan, serta memberikan ruang relaksasi defisit APBN agar dapat diperlebar di atas dari 3 persen selama 3 tahun. Mengingat kebutuhan belanja negara makin meningkat pada saat pendapatan negara mengalami menurun.

“Pelebaran defisit mesti dilakukan mengingat kebutuhan belanja negara makin meningkat untuk penanganan kesehatan dan ekonomi, pada saat pendapatan negara mengalami penurunan,” jelasnya.

Presiden menyampaikan, pemerintah juga mendorong berbagai lembaga negara melakukan gotong-royong menanggung beban bersama, seperti burden sharing yg dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia.

Dengan berbagai respon kebijakan tersebut, kata Presiden, Indonesia mampu menangani peningkatan belanja kesehatan, dan sekaligus melindungi ekonomi dari berbagai tekanan. Meski mengalami kontraksi pada kuartal II, ekonomi Indonesia mulai membaik di kuartal I ini.

“Meskipun kita sempat mengalami kontraksi yang dalam di kuartal II di 2020, yaitu minus 5,32 persen, tapi kuartal berikutnya kita melewati rock bottom, ekonomi RI tumbuh membaik sampai kuartal I kita berada di minus 0,74 persen,” ujar Presiden. (red/pen)

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
362PelangganBerlangganan

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

Special Interview

GPR Milenial

Suara Tokoh

close