Jumat, September 17, 2021
spot_img

Jelajah Susur Sungai Wisata Mangrove Di Sungai Rindu

SuaraPemerintah.ID– Bangkitnya kesadaran warga masyarakat di pesisir pantai utara Kabupaten Bekasi pentingnya fungsi hutan mangrove sudah sangat baik. Selain itu masyarakat juga sudah jeli dan mampu memberdayakan potensi wisata di wilayahnya. Destinasi Ekowisata Mangrove Sungai Rindu di Kampung Sembilangan Desa Hurip Jaya Kecamatan Babelan adalah salah satu contohnya. Ekowisata Mangrove Sungai Rindu ini terletak di tepi Kali Kaloran Kampung Sembilangan RT 006/003. Kali Kaloran adalah batas alam Desa Hurip Jaya Kecamatan Babelan dan Desa Samudrajaya Kecamatan Tarumajaya, Bekasi.

Di kiri kanan sepanjang tepian Kali Kaloran yang relatif jernih ini kita dapat menikmati rimbunnya pepohonan mangrove yang kemudian disulap menjadi destinasi wisata. Ini adalah salah satu contoh kebangkitan pemuda lokal untuk mengelola potensi wisata di wilayahnya.

Dari keterangan warga setempat, inisiator dan eksekutor Ekowisata Sungai Rindu adalah IRTRA (Ikatan Remaja Putra Putri) Kampung Sembilangan yang sejak bulan Mei 2018 sudah mulai merintis pembangunan secara swadaya dan sekarang aktif mengelola destinasi ekowisata Sungai Rindu. Dari obrolan kami terungkap bahwa Ekowisata Sungai Rindu ini sudah memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang Ekowisata Sungai Rindu yang memberikan dasar hukum akan keberadaan dan pengelolaannya sebagaimana dicita-citakan oleh BPD dan Karang Taruna Hurip Jaya.

Sungai Rindu ini enaknya untuk pertemuan yang santai, seperti rapat kecil atau sekadar pertemuan keluarga. Angin yang selalu berhembus sejuk walau sedang panas terik membuat suasana sangat pas untuk santai-santai menikmati kopi sambil ngobrol atau membaca buku. Untuk informasi, sinyal sangat sulit, hanya sinyal beberapa provider tertentu yang masih bisa terhubung, wilayah ini adalah wilayah blank spot untuk beberapa provider seluler

Sebagai destinasi wisata baru, untuk masuk ke kawasan konservasi mangrove di Ekowisata Sungai Rindu melalui Kampung Sembilangan tidak dipungut retribusi alias gratis. Entah ke depannya apakah tetap gratis atau akan ada retribusi saya tidak tahu. Sedangkan jika melalui jalur laut maka dikenakan retribusi Rp.2000 rupiah per orang yang itupun digunakan untuk pengembangan di Sungai Rindu.

Panjang titian bambu yang terpasang juga belum terlalu jauh, perkiraan saya dari tepi Sungai Gentong yang bertemu dengan Sungai Kaloran, baru sekitar 200 meter mengikuti arah sungai. Namun demikian di ujung titian saya melihat pondasi-pondasi dari bambu untuk membangun titian lanjutan dan rangka bambu untuk saung berikutnya.

Dalam perjalanan menuju tempat ini melalui jalur darat Sembilangan, saya sempat melewati beberapa kelompok orang yang sedang memancing di tambak-tambak pemancingan. Pemandangan umum daerah ini adalah tambak ikan dan udang, beberapa tambak juga merupakan lahan budidaya rumput laut sebagai mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Bagaimana cara menuju ke Ekowisata Mangrove Sungai Rindu?. Ada dua rute yang bisa kita tempuh untuk mencapai Sungai Rindu. Jika kita melalui Kampung Sembilangan Babelan maka kita akan dikenakan biaya parkir penitipan motor dan juga biaya perahu 10 ribu rupiah per kepala pulang pergi, atau tergantung negosiasi dengan pemilik perahu jika kita menyewa perahu untuk berkeliling menikmati teduhnya rerimbunan mangrove di Sembilangan hingga ke Jembatan Cinta di Pal Jaya Tarumajaya.

Jalur kedua adalah melalui area Jembatan Cinta di Pal Jaya Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya menggunakan perahu sekitar 20 menit menikmati pemandangan hutan mangrove dengan biaya sekitar 15 ribu per kepala.

Hal yang menarik di Sungai Rindu adalah saung-saung yang berjejer yang bisa kita singgahi untuk mengambil foto tanpa perlu membayar apa-apa. Jika ada saung yang kosong, kita tinggal masuk dan memesan kopi atau makanan yang ada di sana. Saung-saung tersebut dibangun oleh para penjual, sehingga tidak elok jika kita hanya duduk-duduk di saung tersebut tanpa membeli barang yang dijual, kecuali kalau singgah hanya sebentar untuk berfoto-foto.

Ada beberapa spot yang instagramable atau pun untuk sekadar selfie atau groufie, ada bangku bambu dengan tulisan-tulisan kekinian juga bisa menjadi spot foto yang asik. Dalam jarak beberapa meter kita juga akan menemukan tong-tong sampah yang terawat baik. Fasilitas umum seperti mushola dan toilet pun tersedia.

Saat saya datang pada hari Ahad, hampir semua saung dipenuhi pengunjung dari Jembatan Cinta yang singgah untuk sekadar mampir atau pun untuk makan siang. Suasana diramaikan dengan musik karaoke dari salah satu saung, pengunjung juga dapat ikut bernyanyi jika berkenan.

Tidak afdol kalau pulang dari sana tidak membawa oleh-oleh, ada satu saung yang menjual oleh-oleh atau souvenir. Sayang belum terlalu banyak pilihan, mudah-mudahan besok saat saya kembali sudah ada yang menjual kaos t-shirt, topi atau gantungan kunci dan lain-lain sebagai souvenir khas Ekowisata Mangrove Sungai Rindu.

Saran jika mengunjungi lokasi Ekowisata Mangrove Sungai Rindu:

1.Mohon jaga kebersihan, tempat sampah telah disediakan pengelola di beberapa tempat, jangan buang sampah ke sungai

2.Sungai Rindu dikelola secara swadaya oleh warga sekitar, mohon hargai usaha mereka dalam merintis destinasi ekowisata ini dengan tetap menjaga kesopanan dan saling menghargai sesama

3.Jaga anak kecil jangan sampai lengah dari pengawasan karena risiko jatuh ke sungai karena tersenggol dan lain-lain, risiko tersenggol perahu juga ada jika bermain di pinggir titian bambu

4.Musholah masih belum sempurna dan masih dalam pembangunan, mohon berkenan menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu pembangunan mushola di lokasi. Untuk informasi lebih lanjut sila hubungi salah satu pengelola anggota IRTRA yang juga wakil ketua Karang Taruna setempat: Amir Mahmud WA/Telp: 0855 3649 6052

5.Jangan sungkan bertanya dan memberikan masukan atau ide untuk pengembangan Sungai Rindu kepada pengelola

6.Jangan berenang di lokasi, karena sungai tersebut adalah jalur utama perahu warga Sembilangan dan sebagainya.

Di Tunggu di sungai rindu, dijamin kalian bakal kangen dan rindu berkunjung ke sini. Rindu tak bertepi, menyatu dengan alam dan hamparan hutan mangrove, deburan ombak laut tipis-tipis menambah eksotisme.

(Bisot)

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
1,350PelangganBerlangganan

Special Interview

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

GPR Milenial

Suara Tokoh

close