Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Kartini Modern, Dian Sastrowardoyo Tunjukkan Kepedulian pada Pendidikan Perempuan di Indonesia

SuaraPemerintah.id-Dian Sastrowardoyo memang pantas memerankan tokoh R.A. Kartini pada film Kartini garapan Hanung Bramantyo di 2017. Bukan hanya karena aktingnya yang mumpuni, melainkan karena Dian, sama seperti Kartini, memiliki kepedulian yang tinggi akan pemberdayaan dan pendidikan bagi perempuan. Semangat kepedulian ini ia salurkan dengan mendirikan yayasan non-profit bernama Yayasan Dian.

Visi utama dari Yayasan Dian adalah berkontribusi dalam pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian budaya di Indonesia. Dian percaya bahwa perempuan Indonesia sesungguhnya mandiri, berdaya juang tinggi, dan ingin terus belajar.

- Advertisement -

Pada wawancara dengan Kompas.com di 2020, ibu dari dua anak ini menyatakan bahwa setiap orang di belahan dunia mana pun berhak mendapatkan pendidikan yang layak, terlebih untuk perempuan. ia juga percaya, perempuan Indonesia sesungguhnya mandiri, berdaya juang tinggi, dan ingin terus belajar.

Memberikan kesempatan pendidikan bagi perempuan, menurutnya, dapat memberikan banyak manfaat bagi generasi yang akan datang. Sebab, perempuan berpendidikan akan membagikan ilmu dan karakter kepada anak-anaknya.

- Advertisement -

Dian percaya pada ungkapan, if you teach a man, you teach a person, but if you teach a woman, you teach a generation. Atau, yang berarti jika Anda mengajarkan seorang laki-laki, Anda hanya memberi pelajaran pada satu orang. Sementara jika anda mengajari perempuan, Anda akan memberi pelajaran untuk satu generasi.

Karena itu, Dian melalui yayasannya banyak memberikan beasiswa pendidikan kepada perempuan yang kurang mampu. Berbekal tabungannya sendiri, ia memberikan beasiswa penuh kepada perempuan muda untuk menyelesaikan pendidikan di jenjang sarjana.

Beasiswa Dian itu dia kumpulkan dari penghasilannya. Sepanjang pelaksanaan program ini, Beasiswa Dian sudah membiayai 24 perempuan muda. 

Para penerima beasiswa diwawancarai langsung oleh Dian. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Jakarta, Ambon, Solo, Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunung Kidul. Sebanyak enam dari 24 orang itu sudah menyelesaikan studi sarjananya. 

Para lulusan tersebut pun sudah berhasil di bidangnya masing-masing. Kata Dian, ada yang suda bekerja jadi pengacara, dokter, serta berbagai pekerjaan lainnya.

Dian pun berharap uang tabungannya terus cukup untuk memberikan beasiswa bagi perempuan muda membutuhkan lainnya. Supaya, semakin banyak perempuan yang dapat memberdayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Kondisi pendidikan perempuan muda Indonesia

Upaya Dian dalam mengupayakan perempuan menempuh pendidikan tinggi sejatinya merupakan penerusan perjuangan emansipasi wanita dan kesetaraan gender dalam pendidikan yang sudah dimulai RA Kartini. Namun, hingga kini cita-cita Kartini itu masih belum sepenuhnya tercapai. Dengan kata lain, hak perempuan untuk memperoleh pendidikan yang layak masih belum terpenuhi dengan merata dan masih harus terus diperjuangkan. 

Menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), rata-rata perempuan hanya mengenyam pendidikan hingga tahun ke-dua Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rendahnya tingkat pendidikan ini membuat para wanita mengalami kesulitan untuk bersaing di dunia kerja.

Survei Angkatan Kerja Nasional menunjukkan bahwa ada ketimpangan yang cukup besar antara tingkat partisipasi angkatan partisipasi kerja laki-laki dan perempuan. Secara spesifik, tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki sebesar 82,69 persen, sedangkan perempuan hanya sebesar 51,88 persen.

Walaupun perempuan memiliki pekerjaan, sebagian besar di antara mereka kurang memiliki kesempatan untuk mengembangkan kariernya. Penelitian yang dilakukan oleh World Bank menemukan bahwa perempuan lebih jarang dipromosikan dan lebih sedikit mencari kesempatan untuk promosi. Salah satu penyebabnya adalah kendala membagi waktu bekerja dengan mengurus tanggung jawab di rumah.

Padahal, berbagai hasil penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan punya prestasi akademik lebih tinggi daripada laki-laki, terutama di tingkat sekolah dasar. Studi program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi) menemukan bahwa anak perempuan mengungguli anak laki-laki dalam kompetensi baca, tulis, dan berhitung. Riset ini dilakukan pada hampir seluruh kabupaten di Indonesia. 

Beberapa penelitian juga mendapati bahwa anak perempuan memiliki minat dan kemampuan belajar yang lebih tinggi dibandingkan anak laki-laki. Jadi pada dasarnya, perempuan memiliki kesempatan untuk sukses yang sama dengan laki-laki jika memiliki kesempatan.

Indonesia membutuhkan semakin banyak Kartini dan Dian lain yang mau berjuang bagi sesamanya. Perempuan hebat yang membukakan jalan bagi para perempuan lain agar bisa bisa mengenyam pendidikan tinggi hingga meraih cita-citanya. (Siti Fatimah – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru