spot_img

BERITA UNGGULAN

KKP Gelar Bimtek Penangkapan Ikan Di Laut

SuaraPemerintah.ID – Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Trian Yunanda menjelaskan KKP berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengembangkan perwujudan praktik perikanan berkelanjutan di Indonesia. Bimtek ini diharapkan dapat mendorong para pelaku perikanan Indonesia dalam memahami dan memenuhi persyaratan standar keberlanjutan.

Langkah ini searah dengan prinsip ekonomi biru dan penangkapan ikan yang terukur yang menjadi perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Penerapan prinsip ekonomi biru dengan menyeimbangkan keberlanjutan ekologi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimasa depan.

- Advertisement -

“Untuk bersertifikasi MSC, produk perikanan harus menunjukkan stok ikan yang sehat, meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan memiliki pengelolaan yang efektif. Selain keberlanjutan, juga memperluas pasar ekspor hasil perikanan dengan memiliki branding, sehingga menambah nilai jual yang sekaligus akan meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat perikanan itu sendiri,” kata Trian saat membuka kegiatan bimtek Kamis (22/7/21).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap bersama Marine Stewardship Council (MSC) melakukan bimbingan teknis (bimtek) virtual perikanan komprehensif tingkat 2 dengan sistem blended learning. Bimtek ini dilakukan guna meningkatkan kemampuan pemangku kepentingan di bagian perikanan tangkap dalam hal menyiapkan perikanan berkelanjutan berstandar global. Indonesia sebagai negara pertama yang menggunakan platform daring tingkat menengah inovasi MSC ini.

- Advertisement -

Sampai pertengahan 2021, Indonesia memiliki tiga perikanan yang memenuhi standar keberlanjutan MSC dengan melibatkan ratusan nelayan dan pihak berkepentingan terkait dalam proses pemenuhan standarnya. Saat ini, beberapa perikanan Indonesia di lokasi tertentu (perikanan rajungan, udang, cumi-cumi, kembung, teri, tongkol, kepiting, kakap, dan kerapu) sedang melaksanakan tahapan proses menuju standar keberlanjutan MSC dimaksud.

“Platform bimtek yang diluncurkan oleh MSC ini berupa pengembangan kapasitas (Capacity Building Training /CBT Level 2). Indonesia menjadi negara pertama yang menggunakan inovasi tersebut, sebanyak 23 peserta perwakilan perikanan strategis akan mengikuti seluruh kegiatan bimtek yang berlangsung selama sebulan,” pungkas dia.

Program CBT yang dilakukan ini merupakan bagian dari tiga tingkat Bimtek Pengembangan Kapasitas MSC. Melewati sistem blended learning ini peserta mengikuti pertemuan secara virtual bersama narasumber dan selebihnya secara mandiri mengatur jadwal pembelajaran sesuai kerangka waktu melalui platform LearnUpon. Bimtek dipandu oleh tim yang terdiri dari staf MSC dan konsultan pihak ketiga yang memiliki pengalaman dalam penilaian perikanan MSC.

Sementara itu, Direktur Marine Stewardship Council di Indonesia, Hirmen Syofyanto mengatakan sesuai dengan misinya berkontribusi pada SDGs14 – Life below Water, MSC terus melanjutkan berkomitmen di berbagai negara untuk melestarikan dan menggunakan sumber daya laut untuk pembangunan berkelanjutan yang salah satunya melalui program peningkatan kapasitas dalam bentuk bimtek.

“MSC bekerja sama dengan industri perikanan di Indonesia, untuk mendorong lebih banyak perikanan menuju keberlanjutan. Kolaborasi multipihak memang menjadi kunci dalam pemenuhan standar dan masing-masing harus memiliki pemahaman yang sama agar upaya perbaikan perikanan berjalanan sinergis. Ketika perikanan berhasil memenuhi standar pun perlu melanjutkan komitmen ini untuk mempertahankan sertifikatnya, sehingga upaya perbaikan berjalan terus dan hal inilah yang perlu didukung oleh semua pihak,” papar Hirmen.

Selain memiliki pemahaman materi yang komprehensif, setelah menyelesaikan bimtek CBT tingkat 2 peserta berhak juga untuk mengikuti uji sebagai syarat menjadi Konsultan Teknis MSC. Konsultan Teknis MSC adalah ekspertise perikanan yang memahami persyaratan Standar Perikanan MSC dan memiliki kualifikasi untuk mengembangkan dan mengelola implementasi fishery improvement project (FIP) suatu produk perikanan.

Sebagai informasi, kegiatan bimtek kerja sama dengan MSC ini telah dilakukan sebanyak 15 kali bimtek CBT tingkat 1, tingkat 2 dan 3, Penyusunan Rencana Aksi serta Rantai Pengawasan/Chain of Custody dengan total peserta lebih dari 400 orang yang terdiri dari pelaku industri, asosiasi perikanan, pemerintah pusat dan daerah, akademisi hingga NGO mitra sejak tahun 2020.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru