SuaraPemerintah.ID- Bagaimana penantian yang begitu lama Nabi Ibrahim untuk mendapatkan seorang anak dari Istrinya Siti Sarah yang belum dikarunia anak, disinilah Kesabaran dan Keikhlasan seorang Nabi Ibrahim oleh Allah diuji dalam berumah tangga.
Akhirnya Ketika menikah lagi Allah Karunia seorang Anak bernama Ismail dari Istri Siti Hajar. Ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan Ismail kecil, disinilah Siti Hajar diuji kesabarannya.
Bagaimana ketika Ismail kecil menangis dan meronta-ronta Siti Hajar ditinggal oleh Nabi Ibrahim hanya berdua saja ditengah gurun tandus tapi karena Keyakinan dan Keimanan yang begitu besar kepada Allah Sang Pencipta Siti Hajar Berikhtiar dengan penuh semangat mencari Air untuk minum anaknya Ismail berlari dari Bukit Shafa sampai ke Bukit Marwa terus dilakukan sampai berulang-ulang hingga 7 kali balik.
Tapi lihat disini begitu besar keyakinan, kesabaran serta semangat Siti Hajar Allah uji dengan berulang-ulang mencari tetap tidak membuahkan hasil, ternyata Allah punya kehendak lain, malah Ismail kecil yang dikasih kemudahan rezeki hanya mengenakan kakinya Air itu keluar dari tanah sampai terkenal hingga sekarang yaitu Air Zam-zam.
Belum cukup sampai disini Allah Uji keluarga Nabi Ibrahim dan Siti Hajar serta anaknya.
Ketika Ismail mulai dewasa Allah hadirkan kedalam mimpi Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail sampai mimpinya berulang-ulang yang akhirnya meyakinkan Nabi Ibrahim bahwa itu perintah dari Allah sampai beliau bicarakan langsung ke Ismail.
Lihat disini Ismail dewasa mensetujui permintaan Ayahnya utk menyembeli dirinya.
Subhanallah dengan kebesaran hati, kesabaran dan keikhlasan serta kepatuhan Nabi Ismail Allah ganti dengan Hewan terbaik.
MasyaAllah bayangkan puluhan tahun mengharapkan seorang anak, pas anak sudah dewasa Allah perintahkan untuk menyembelihnya.
Inilah ujian keimanan yang terbesar yang menjadi pembelajaran terbesar buat Kita Umat Islam.
Bahwa pentingnya menumbuhkan KEYAKINAN dalam diri Kita serta meningkatkan Kesabaran, Keikhlasan serta Usaha yang tidak boleh menyerah dalam menjalani kehidupan ini karena ingat
Dibalik kesulitan pasti ada jalan keluar (kemudahan), karena itu sudah janji Allah untuk hamba-hambanya yang beriman.
Mari kita belajar dari Keluarga Nabi Ibrahim dan Siti Hajar serta anaknya Nabi Ismail dalam momentum hari raya Idul Adha 1442 hijriyah ini.
(Marjan Hajit)





