Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Melihat Ratusan Benda Antik Milik Iwan Bonick Di Teluk Angsana

SuaraPemerintah.ID- Saat memasuki ruangan benda-benda antik milik Iwan Bonick kita terbawa suasana pada era kolonial belanda dan zaman 1945. Dari banyaknya barang antik ada beberapa sepeda ontel lawas keluaran eropa tergeletak di sembarang tempat. Ada juga benda-benda unik dari berbagai daerah. Radio tua, jam dinding kuno, buku-buku terbitan lama yang sudah jarang beredar. Ornamen lampu petromak, lampu pelita, serta gitar betot tua yang tersender diatas meja.

Namun, dari sekian banyaknya koleksi barang antik milik Iwan ini ada satu koleksi dianggap penting memiliki nilai sejarah bangsa Indonesia yakni gambar patung burung garuda.

- Advertisement -

Ya, lambang Indonesia ini banyak digantung ditembok dinding. Macam-macam bentuk dan ukurannya. Ukiran gambar burung garuda ini sengaja dia pajang bahkan jika ad yg beniat meminjam, dirinya dengan senang hati asal dijaga dan bermanfaat untuk kepentingan umum.

“Benda unik yang saya koleksi disini banyak ukiran patung burung garuda. Karena kita sekarang ini sudah krisis identitas. Bhineka Tunggal Ika sudah tidak ada lagi didada kita. Butir 5 pancasila udah hilang meski tertulis diukiran gambar,” ucap Sulistiawan Sapaan Akrab Iwan Bonick saat ditemui tim jurnalis STAI Indonesia Jakarta di Teluk Angsa, Bekasi (20/02/21) sore.

- Advertisement -

Iwan memiliki ratusan koleksi barang antik, Ia secara serius mengoleksi ratusan barang antik tersebut sejak 10 tahun lalu. Dari kecintaannya terhadap barang antik sejak remaja. Barang-barang antik yang dimilikinya kebanyakan dibeli dari beberapa orang yang menawarinya.

“Awalnya ada kang rongsokan menawari barang jadul miliknya dengan harga murah” kata Iwan dikediamannya,Teluk Angsana, Bekasi, Jumat (19/02/21)

Iwan mengumpulkan ratusan barang antik tersebut diruang depan rumahnya. Iwan memiliki barang antik tersebut sangat banyak di antaranya, radio kayu jadul, ukiran patung garuda, buku-buku karangan dulu, ornamen-ornamen lampu petromax, jam-jam dinding kuno, sepeda ontel, koin-koin VOC, serta gitar bentor tua yang tersandar di dinding.

Tak hanya sekedar mengoleksi barang-barang antik saja, salah satu barang antik tertua milik Iwan bahkan dipinjam untuk dikaji di seminar-seminar kebudayaan.

“Waktu itu peta Kota Bekasi jadul, dipinjam sama orang-orang pendidikan untuk dikaji” kata Iwan.

Selain sebagai hobi, Iwan juga menjadikan koleksi barang antik miliknya sebagai ladang bisnis untuk menghasilkan pundi-pundi uang.

Walaupun Iwan menjadikan koleksi barang antik miliknya sebagai ladang bisnis. Keluarga Iwan banyak yang gk percaya dengannya. Sebab keluarga Iwan belum memahami betul tentang bisnis barang antik ini. Iwan pun perlahan-lahan meyakini keluarganya untuk percaya dengan apa yang Iwan tekuni sekarang.

Iwan bukan hanya menjual barang-barang antik miliknya, tapi Iwan pun membuka jasa pinjam barang antik.
Barang antik yang dipinjam biasanya dipakai untuk jasa fhoto prewedding atau bahkan untuk penunjang dunia perfilman.

“Saya buat jasa pinjam ini dikarenakan masyarakat hanya ingin mengunakannya tapi tidak ingin memilikinya” kata pria berambut gondrong ini.

Dari hasil kerja keras Iwan jual beli barang-barang antiknya, kini Iwan sudah dipercaya oleh keluarganya bahwa hobinya itu menghasilkan uang. Dan Iwan pun sudah tidak dipandang sebelah mata oleh keluarganya.

Iwan pun ingin membuat tempat yang lebih besar dan terawat untuk barang-barang antik miliknya. Bahkan Iwan pun ingin sekali mengenalkan barang-barang antik miliknya kepada anak-anak milenial sekarang, sebab pemuda-pemuda sekarang sebagian tidak tahu sejarah negerinya sendiri.

(Areif Fianda)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru