Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Momentum Penyelamatan Pengibaran Bendera Merah Putih Santri Attaqwa

SuaraPemerintah.ID– Sebuah video memperlihatkan seorang siswa di Bekasi memanjat tiang bendera setinggi 17 meter pada saat upacara bendera memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia, viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat bendera merah putih saat dikibarkan pengait tali lepas.

Beberapa saat kemudian, salah satu murid diketahui bernama Fauzan Rezki Ramadan (13) siswa Pondok Pesantren Attaqwa, Bekasi dengan sigap dan berani langsung memanjat tiang bendera sampai di ujung bagian atas, mengambil kail (pengikat bendera) dan turun dengan selamat.

- Advertisement -

“Keahlian manjat memang sudah dari kecil saya suka manjat-manjat. Kalau dulu di lapangan bola saya suka manjat tiang (gawang) sepak bola. Jadi enggak ada rasa grogi. Udah biasa gituh,” ujar Fauzan saat dihubungi redaksi suara Pemerintah.ID, Rabu (18/08/21).

“Saya panjat ajah ituh tiang bendera, enggak peduli banyak yang nonton, yang penting sampai di atas ambil kait tali bendera, turun dah,” imbuh Fauzan dengan nada polos.

- Advertisement -

Bocah asal Cikarang ini mengaku baru setahun mondok di Pesantren Attaqwa KH. Noer Alie, Bekasi, dirinya berasal dari sebuah kampung yang berada di Cikarang. Seperti kebanyakan anak-anak kampung, keahlian memanjat pohon sudah menjadi rutinitas bocah kampung, pagi bermain di lapangan, kebun, sawah, sore hari mengaji kepada sang guru.

“Kalau dulu suka main ada pohon saya suka panjat, seneng ajah manjat,” tutur siswa kelas Mts Attaqwa Putra tersebut.

Rupanya keahlian ini berguna saat mementum genting pengibaran bendera. Dia menjadi sosok “pahlawan” di tegah kepanikan para peserta upacara bendera dan penyelamat bendera merah putih. Meski masih bocah, tentu ada pelajaran dipetik, yakni jiwa pejuang, jiwa patriotisme memang selayaknya dimiliki para santri (pelajar), serta semua masyarakat Indonesia.

Kita Bisa belajar dari seorang Fauzan, bahwa nilai-nilai semangat dan pengorbanan itu perlu di tengah hedonisme dan apatis. Nilai gotong royong yang diwariskan nenek moyang Indonesia timbul kembali saat pengibaran bendera tersebut.

Sebelumnya sekedar informasi, Yuda Tama Karim(16) juga berusaha memanjat tiang bendera yang sama, namun lantaran postur tubuh dan terpaan angin kencang, Ia menjadi grogi dan lebih memilih turun setra memberikan kesempatan kepada adik kelasnya, Fauzan yang berpostur badan lebih kecil.

“Awalnya lancar,tiba-tiba tali pengikat (cantelan) bendera putus. Saya lari ke tiang bendera, ini udah enggak bisa diarik lagi, saya udah kebawa panik, buka sepatu naik tiang di tengah tiang goyang-goyang,yang lain tepuk tangan. Ada seorang guru teriak, lebih baik turun, ganti. Tiangnya enggak kuat menopang badan saya,” cerita siswa kelas 2 Aliyah asal Rawa Lumbu ini.

Yuda menambahkan, dirinya mengurugkan niat menutaskan “tugas” darurat tersebut dan memberikan kesempatan kepada adik kelasnya bermana Fauzan yang berperawakan kecil untuk melanjutkan tugas penyelamatan pengibaran bendera tersebut.

“Kita sudah sama-sama usaha, berikan terbaik  saat acara pengibaran bendera merah putih HUT RI ke 76,” ucap Yuda dengan semanta.

Dengan kejadin tersebut, Pihak sekolah diwakilkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putra, KH. Husnul Amal Mas’ud berencana memberikan apresiasi kepada kedua siswa tersebut. Sebab dengan andil dua siswa ini perayaan HUT RI ke 76 bisa terlaksana dan berjalan dengan baik.

Berikut Video Detik-Detik Penyelamatan Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Santri Ponpes Attaqwa Putera KH. Noer Alie Bekasi:

 

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru