Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemprov DKI Wajibkan Masyarakat Bawa Sertifikat Vaksin Saat Ke Pasar

SuaraPemerintah.ID – Saat ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mewajibkan membawa sertifikat vaksin Covid-19 saat ingin berbelanja ke pasar di DKI Jakarta, Menurut Anies, Hal ini bukanlah hal yang sulit untuk dilaksanakan, sebab sentra vaksinasi di Jakarta sudah sangat luas.

“Jadi kalau mau ke pasar besok, hari ini bisa vaksin di ratusan tempat di Jakarta. Jadi alasan bahwa tidak bisa vaksin, itu kalau untuk Jakarta agak sulit diterima alasan itu,” kata Anies, Jakarta, Minggu (1/8/21).

- Advertisement -

Pria berkaca mata itu memaparkan bahwa pemberlakuan kebijakan ini tidak dilakukan tanpa dasar pertimbangan. Sesuai dari sasaran target vaksinasi dosis pertama, 7,5 juta warga Jakarta sudah melakukan vaksinasi.

“Dan insya Allah ini tambah 3 juta lagi dalam 2 pekan ke depan, maka 10 juta orang di Jakarta sudah tervaksinasi maka saya mengundang kepada semuanya untuk kerjakan itu,” tuturnya.

- Advertisement -

Berdasarkan kebijakan Pemprov DKI Jakarta, BUMD DKI dan Perumda Pasar Jaya menerapkan hal itu kepada pengunjung untuk menunjukkan kartu vaksin saat ingin memasuki Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pertimbangannya, persentase capaian penerima vaksin di Jakarta sudah cukup tinggi.

“Hal ini mengingat vaksinasi yang sudah cukup banyak dilakukan di seluruh wilayah DKI Jakarta,” papar Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin dalam keterangan tertulisnya.

Arief mengatakan, keputusan ini juga diikuti dengan kebijakan pembatasan lainnya seperti maksimal jam operasional toko atau kios pukul 15.00 WIB. Kemudian, jumlah pengunjung tetap dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas.

Indikasi jumlah pengunjung yang berbelanja di dalam gedung Pasar Tanah Abang sesuai kartu vaksinasi yang ditunjukan ke petugas di pasar grosir terbesar di Indonesia itu.

“Tetap memperhatikan prokes dan kapasitas pengunjung pasar maksimal sebesar 50 persen,” tuturnya.

Anggota Komisi B DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak merespon positif kebijakan yang diterapkan Perumda Pasar Jaya. Politikus PDIP itu menilai bahwa kebijakan ini dapat mempercepat program vaksinasi di Jakarta.

“Kebijakan itu patut didukung, karena sejauh ini masih banyak yang menolak divaksin dan akhirnya jadi beban negara kalau sakit. Untuk menghargai mereka yang sudah divaksin, ini langkah yang baik,” katanya.

“Selain itu juga mendidik masyarakat, dan sebagai alat kontrol buat yang mengunjungi pasar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mendorong agar kebijakan menunjukkan kartu vaksin saat berkunjung ke Pasar Tanah Abang, ditiadakan. Dibanding pembuktian fisik, Aziz meminta pihak terkait menyusun langkah untuk mengatur volume pengunjung di pasar grosir tersebut.

Dia menerangkan, alasannya menolak adanya kewajiban menunjukkan bukti sertifikat vaksin karena khawatir menimbulkan kecurangan dengan memalsukan sertifikat.

“Saya kira hal ini akan memancing orang berbuat curang untuk membuat sertifikat vaksin palsu. Yang jauh lebih penting adalah menjaga, jangan sampai ada kerumunan,” tutupnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru