SuaraPemerintah.ID –Â Berawal dari melihat unggahan di akun Instagram @pasarlaut_indonesia mengenai “Masterclass: Ikan vs Kopi“, Susi Mardiatin hatinya tergerak untuk ikut dalam kontes yang dimulai pada 6 Juli 2021 tersebut. Kontes ini dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program Pasar Laut Indonesia bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) telah menantangnya.
“Saat melihat postingan itu saya merasa tertantang buat ikutan,” kata Susi ketika sedang menceritakan keikutsertaannya dalam ajang tersebut, Minggu (12/9/21).
Semangatnya semakin membara sebab bagi pemenang bakal mendapatkan hadiah sebesar Rp25 juta, pembinaan ini dilakukan oleh KKP. Maklum, pandemi Covid-19 membuat bisnis kue kering dan jajanan pasar menjadi menurun, kolaps.
Berbekal pengalaman pernah ikut pelatihan pembuatan kue kering, perempuan bernama Susi tersebut mencoba memadukan daging lele dengan resep egg roll yang dikuasai. Lele sengaja dipilih karena mudah dijumpai di lingkungan sekitarnya sekaligus familiar di lidah warga Purbalingga yang jauh dari laut.
“Saya bikin egg roll abon lele, saya hilangkan amisnya sampai jadi camilan renyah dan pas buat jadi menu pendamping kopi. Sebelum mengirim ke panitia lomba, saya minta keluarga nyoba dan suka, semua bilang enak,” tutur Susi.
Pelan tapi pasti, inovasi Susi lolos 10 besar dari kontes yang diikuti oleh 400 peserta se-Indonesia tersebut. Dia pun berkesampatan untuk mengikuti kelas ekslusif dengan pemateri Chef Yongki Gunawan, praktisi fotografi Rosalina, praktisi marketing Handoko Hendroyono, serta praktisi keuangan Danis.
Setelah sekian rangkaian penilaian, egg roll abon ikan milik Susi kian tak terbendung dan menjadi 3 besar sekaligus berkesempatan untuk mengkuti acara puncak yang digelar di Banda Aceh, Rabu 8 September 2021.
“Mau juara berapa saya sudah bangga karena bisa sampai ke Aceh. Tapi pas diumumkan bahwa inovasi saya jadi juara 1, sampai sekarang masih tidak nyangka bisa menang,” katanya.
Kini dia berharap inovasi dan produknya mendapat respon positif dari masyarakat secara luas. Dia memastikan, bahwa egg roll abon lele cocok untuk menjadi teman pendamping kopi, baik pagi, siang maupun malam.
“Dari ajang ini saya menemukan kembali semangat untuk usaha, dan dari sekian materi yang saya dapat selama pelatihan, saya makin yakin selalu ada peluang di saat pandemi,” kata Susi.
Sementara Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Artati Widiarti memberikan apresiasi keberhasilan Susi dalam ajang tersebut. Diapun mengajak para pelaku usaha, khususnya UMKM untuk selalu optimis dan berinovasi guna menciptakan peluang di masa pandemi ini.
Artati berharap, ke depan makin banyak kreasi dan inovasi lain dari UMKM pengolah perikanan guna menunjukkan bahwa produk-produk perikanan Indonesia tak kalah dari produk luar negeri.
“Kita dari PDSPKP akan selalu memberikan penguatan terhadap UMKM pengolah ikan, seperti menggelar kontes “Masterclass: Ikan vs Kopi” ini. Kita ingin menunjukkan sekaligus mengajak masyarakat untuk bangga buatan Indonesia,” terang Artati.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyebut Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi serta kapasitas UMKM dalam promosi dan pemasaran produknya melalui e-commerce. Dari gerakan ini, diharapkan bisa mendorong peningkatan permintaan masyarakat.
“Sebagaimana yang telah disampaikan Bapak Presiden pada Sidang Paripurna DPR RI tanggal 16 Agustus 2021 lalu, ada tiga strategi besar untuk pemulihan ekonomi nasional, yaitu: digitalisasi UMKM, hilirisasi industri, dan ekonomi hijau atau ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan,” tutup Menteri Trenggono.


.webp)
















