Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Sumber Daya Gas Melimpah, Pemerintah RI Galakan Proyek Migas

SuaraPemerintah.ID – Indonesia diberikan sumber daya gas melimpah ruah, bahkan, potensi ke depan lebih besar gas dibanding minyak. Suapaya gas ini dapat diserap di dalam negeri, pemerintah terus memberikan dukungan dengan cara menggencarkan pembangunan proyek infrastruktur pipa gas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif memaparkan, bahwa saat ini pemerintah terus menggencarkan penggunaan gas untuk pembangunan perekonomian di seluruh wilayah RI. Dia menyebut, transmisi jalur pipa kini tengah dikembangkan di Jawa Tengah dan Sumatera.

- Advertisement -

“Pemerintah dorong penggunaan gas untuk pembangunan di seluruh wilayah di negara ini. Seperti transmisikan jalur pipa, kembangkan di Jawa Tengah dan Sumatera menggunakan jalur pipa,” paparnya dalam “The 45th IPA Convention and Exhibition 2021” tuturnya secara virtual, Rabu (01/09/21).

Dalam jangka panjang, menurutnya pasokan akan didapatkan dari lapangan migas yang telah ada saat ini dan sejumlah proyek baru yang kini tengah dikembangkan seperti proyek pengembangan laut dalam (Indonesia Deepwater Development/IDD), Kasuri, dan Lapangan Abadi, Blok Masela.

- Advertisement -

Sesuai dengan data Kementerian ESDM, status 1 Januari 2020, potensi cadangan gas nasional bekisar 62,4 triliun kaki kubik (TCF), dan cadangan terbukti mencapai 43,6 TCF. Dengan jumlah tersebut, ini bisa untuk mencukupi 19,9 tahun produksi ke depan. Sementara potensi cadangan minyak nasional 4,17 miliar barel dan cadangan terbukti minyak hanya 2,44 miliar barel atau hanya cukup untuk 9,5 tahun.

Menurutnya, gas banyak dipakai oleh industri pupuk dan juga transportasi.

“Consumer paling besar adalah fertilizer dan penggunaan gas di transportasi,” kata dia.

Seperti diketahui, pemerintah terus menggencarkan pemanfaatan terhadap energi baru terbarukan (EBT) dan meninggalkan energi fosil. Dalam masa perubahan ini, gas menjadi jalan keluar karena merupakan salah satu sumber energi baru dan energi bersih.

“Gas akan jadi masa depan dengan energi baru dan bersama-sama dengan energi terbarukan lainnya,” paparnya.

Pemanfaatan gas bumi untuk bahan bakar kendaraan memiliki banyak manfaat. Selain lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM), penggunaan gas bumi juga dinilai lebih hemat biaya.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Pembangunan SPBG Kementerian ESDM, Noor Arifin Muhammad mengatakan, bahwa penghematan melalui bahan bakar gas (BBG) dapat mencapai 13 persen. Pasalnya, harga BBG lebih murah dibandingkan dengan harga BBM per liternya. Harga BBG saat ini Rp 4.500 per liter setara premium (lsp), sementara harga BBM paling murah yakni solar saat ini Rp 5.150 per liter.

Sementara bila dibandingkan dengan bensin misalnya Premium, maka penghematan bisa lebih besar lagi, karena harga Premium kini sekitar Rp 6.450 per liter.

“Penghematan penggunaan BBG ini bisa mencapai sekitar 13% dengan asumsi kebutuhan solar untuk satu unit bus sekitar 50 liter per hari dengan harga Rp 5.150 per liter. Jika menggunakan BBG biaya per lsp seharga Rp 4.500,” tutupnya, dilansir dari keterangan resmi Kementerian ESDM, Jumat (20/08/21).

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru