SuaraPemerintah.ID-Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi melantik Hilman Latief menjadi Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI.
Hilman resmi menggantikan Nizar Ali saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. Posisi Dirjen PHU yang kosong akhirnya dijabat sementara oleh Direktur Bina Haji Khoirizi H. Dasir sebagai Pelaksana Tugas (Plt) sampai dilantiknya pejabat definitif.
Selain melantik empat pejabat Eselon I, Menag juga melantik pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di lingkungan Kementerian Agama.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung dengan protokol kesehatan secara ketat di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta.
Turut menjadi saksi dalam penandatanganan berita acara Sekjen Kemenag Nizar dan Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani.
Hadir dalam pelantikan, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Penasihat dan Ketua DWP Kemenag RI, serta sejumlah pejabat Eselon I dan Stafsus/Tenaga Ahli Menteri Agama.

Kepada pejabat yang dilantik, Menag Yaqut mengajak untuk meluruskan niat sebelum memangku jabatan, dan bersikap low profile. Sehingga, siapa pun tidak segan memberi masukan, saran atau kritik yang diperlukan bagi perbaikan dan kemajuan organisasi.
“Sebagai pimpinan, saudara-saudara akan terselamatkan dari kesalahan dan kekeliruan karena mendengarkan saran dan kritikan, bukan karena sanjungan dan pujian,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (01/10/21) lalu.
Disampaikan Menag RI, promosi dan mutasi pejabat struktural birokrasi dan pimpinan perguruan tinggi keagamaan diharapkan membawa perubahan, perbaikan dan penyempurnaan dalam tata kelola organisasi maupun program yang dilaksanakan, bukan sekadar direncanakan.
“Satu program yang dilaksanakan lebih baik daripada seribu program yang hanya dibicarakan. Saudara-saudara diharapkan segera menyesuaikan diri dengan medan tugas yang baru, memahami lingkup ekosistem organisasi dan mencermati segala tantangan yang pasti berbeda daripada medan tugas saudara-saudara di tempat sebelumnya,” pesan Menag Yaqut seperti dilansir dari situs resmi kementerian Agama RI.
“Kecerdasan mengelola birokrasi harus dimiliki oleh setiap pimpinan. Oleh karena itu, saudara-saudara harus membangun interaksi positif dan kerjasama yang harmonis dengan bawahan dan staf sebagai mitra kerja sehari-hari,” tegas Menag Yaqut.
Mengenal lebih dekat sosok Prof Hilman Latief
Prof Hilman Latief, menjabat sebagai Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama menggantikan Plt yang kini dijabat Khoirizi. Pelantikan tersebut berlangsung pada Jumat (1/10/21) lalu, di Kemenag, Jakarta.
Khoirizi menyebut Prof Hilman sangat tepat menduduki posisi Dirjen Haji dan Umrah, apalagi tantangan saat ini cukup berat karena COVID-19. “Beliau sosok yang muda, enerjik, dan pendidikannya tinggi,” ucap Khoirizi.
Hilman saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan dan Alumni AIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dia adalah Guru Besar di bidang Politik Islam dan Ilmu Politik.
Ia juga menjabat Ketua Badan Pengurus Lazismu, lembaga zakat nasional yang dibentuk Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada tahun 2016.
Hilman menempuh pendidikan setara SMP-SMA di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Kemudian melanjutkan strata 1 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bidang Studi Islam hingga 1999.
Strata 2 diselesaikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan studi Center for Religious and Cross Cultural Studies, lulus tahun 2002.
Selain itu, S2 juga ditempuh di Western Michigan University, Amerika Serikat, dalam bidang Department of Comparative Religion lulus tahun 2005.
Sementara strata 3 diselesaikan di Utrecht University, Belanda dalam bidang Philosophy of Doctor dan lulus tahun 2012.
Hilman mendalami filantropi Islam sejak 2005 saat studi S2 di Amerika Serikat.
Menurutnya, filantropi sangat penting untuk membangun ekosistem solidaritas dengan konsep-konsep yang baru.
Hilman diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan haji dan umrah yang saat ini terdampak pandemi. Apalagi Indonesia belum dapat izin umrah meski kasus COVID-19 di dalam negeri mulai terkendali.
“Harapan kita besar, apalagi menghadapi haji berat, termasuk umrah. Sampai hari ini kita belum dapat konfirmasi kapan umrah dibuka,” kata Khoirizi.
“Tugas haji ke depan sangat-sangat memerlukan konsentrasi pikiran yang cukup untuk penyelenggaraan haji 2022 karena tantangannya berat sekali,” pungkasnya.






